love you 2017

Hello World!

selama ini urusan kuliah gue achieved! Di depan makam Nabi.. gue minta banyak hal. semua hal tentang cita-cita sampe hampir ga nyangka akhirnya bisa memenuhi undangan-Nya. Masalah gue se-Indonesia raya gue curhatin mirip laporan akhir tahun!

berasa lega dan harap harap cemas. tiap liat tanggalan, kerjaan gue ngitungin waktu liburan. semoga waktunya tepat. sampe akhirnya udah ga pengen macem-macem. cuma satu tumbuhan yang selalu indah di mata gue. “tumbuhnya harapan lalu berbunga keyakinan sehingga kau bisa membawanya ke mana saja kau pergi” doa twenty-something saat itu adalah.. sebelum usia 40 tahun, mau ke Mekah. treatmentnya bawa bekal yang halal dan rajiiin sholat dhuha, puasa.. pe-de-ka-te ampun ampunan. Gue pergi sama abang gue yang se-umur-umur kita sering ngeliat banyak hal (bareng), kadang liat-liatan, selebihnya.. hanya sabar meniti takdir.

kita punya adik kecil yang lucu..

kita tiup kue ulang tahun bareng..

kita juga sabaar, banyak sabar dalam meraih mimpi

saat agustusan kakak Ipar gue ngajakin umroh. Alhamdulillah abang gue lagi kuliah. kesempatan doi liburan cuma (desember), di awal tahun itu pun kita seperti mencuri kesenangan liburan bareng. ga pake penolakan, gue iya-in. sambil ngitung uang tabungan yang ada di mana-mana dan dalam bentuk yang ga sama nilai kursnya.

Dulu, maunya kita sekeluarga pergi bareng, tapi entah kenapa, soulmate kita itu dia yang selalu bersama. entah bagaimana takdir mendatangkan sesuatunya begitu sempurna buatku. sebelum berangkat gue sholat taubat, minta maaf ke semua orang-orang deket (udah kayak mau nikah, red) sepupu, adik kita yang lucu, orang tua yang sudah usia senja, dan dengan restunyalah akhirnya kita “ngerayain ulang tahun” – kado kita di 2017 ini special!!

Perjalanan di Multazam doa Rabbana attina fiddunya hasanan (Ya Allah, berikanlah kebaikan di dunia) wa fil akhirati hassanah (berikan kebaikan di akhirat) waqinna adzabannar (jauhkan kami dari siksa neraka). diulang 7 kali. bahkan setelah tau mengenai kebaikan doa ini, setiap meminta, selalu ada perbaikan. Kadang meminta diawali asmaul husna, selebihnya rajiin baca Quran tiap hari.

Empat Kebaikan di dunia dari sapu jagat yang selalu gue minta :

  1. sehat jasmani dan rohani
  2. ketentraman batin
  3. pendamping hidup yang baik (pendamping yang baik, anak anak baik, rizki yang baik, lingkungan yang baik)
  4. rizki yang luas (cara mendapatkannya baik, cara memperolehnya halal, beroleh manfaat buat keluarga, dan berkah untuk lingkungan) aamiin Ya Rabbal’alamin

saat ada pengumuman beasiswa ristek-dikti, (gue masukin essay pake bahasa Inggris). alasan bingung ini beasiswa LN atau DN ya? bismillahirahmannirahim. gue kirim dan berharap kembali dengan baik.

12 Mei 2017, ada kabar kalo beasiswanya diterima. Sambil mengucap syukur, akhirnya kuliah itu rasanya.. bahagia! bisa beneran kuliah, sertifikat dari sekolah tinggi ternama. yang biasanya cuma mimpi dan berharap kebaikan hati teman-teman dekat.. diantara mereka, orang-orang cerdas dan humble.. meniti jalan lulus saat ini seperti bertabur bunga ^_^ bisa kuliah, masih ngerasa mimpi bisa nyampe. Dulu ada perasaan ga percaya diri kalo bisa.

bulan Ramadhan menyusul kabar gembira, selanjutnya. ikut kelas matrikulasi. syarat kuliah Tes Potensial Akademik yang cukup tinggi, 525 dan kemampuan bahasa Inggris IELTS 6.0. sejak 2009, hampir putus asa bisa ujian lagi. perasaan masih dihantui dengan stigma “kalo kemampuan bahasa ga dipake, yaaa ga bisa diupgradeduh! namanya omongan.. khawatir sugestinya T_T tapi namanya nasib, usaha orang bisa aja merubah hidup. Dalam 21 hari kalo serius dijalanin, bisa jadi kebiasaan kok.. dengan niat sekolah, beasiswanya udah dapet 🙂 kelas berbahasa Inggris walaupun di dalam negeri.

Dan dulu.. sempat dipertanyakan kenapa MSM? ga yang in-line FSRD aja?

saya tidak merubah apapun dari jurusan ini. saya paham kenapa memilih MSM dan saya dibiayai atas essay yang saya tulis.

(berhari hari saya meyakinkan kepala kantor yang kurang paham mengenai bentukan misi-visi-core coporate) sambil menata hati dan mereka-reka apa yang salah dengan pilihan ini? setelah dunia kreativitas, jamannya globalisasi begini.. pengajar dari Teknik Industri di kelas matrikulasi hebat hebat! Apakah mindset dan kebijakan selama ini.. (selalu membingungkan saya sebagai researcher?) atau nantinya re-generasi setidaknya usaha perbaikan.. “peneliti boleh salah, yang ga boleh itu bohong” tidak kulanjutkan lagi hentakan kepala kantor yang.. sambil mengendapkan keraguan dan rasa tidak percaya diri saya selama ini, sungguh begitu sulit. saya coba menjelaskan dengan asumsi lebih persuasif lagi.

ada kenangan seorang teman yang ke Jepang akhir 2016, “Nggi, kuliah ke Jepang yuk..” sahabatku itu, banyak kenangan manis kita lalui bersama. Urusan think-thank research sering saling mencuri tabiat, kalo ngotot sama masing-masing pendapat (jadi tau aslinya) (selebihnya) kita ketawa bareng. Aku hanya bilang, “aku kuliah di dalam negeri aja” sambil buang muka dengan mata berkaca-kaca. selain masalah pribadi, niatku sudah bulat buat kuliah di dalam negeri sajhaa~ (saat membalikan wajahku diwaktu berikutnya, aku meyakinkan dia untuk iya kuliah tahun 2017).

“Pergi aja ya! hati-hati di Jepang.. belajar yang bener” (cengiran berkali kali saat ditanya, meluluhkan hatinya) saat hujan lebat sekalipun, aku tau dia laki-laki, sahabatku punya istri dan anak yang harus punya figur ayah yang hebat.

Waktu Ramadhan, aku dapat undangan dari kampus untuk matrikulasi. Nilai TPAku masih belum sesuai persyaratan. dan dalam perjalanannya, aku inget sahabatku itu, yang kuliah Teknik Industri, (di sini..) Magister Sains Management, kelanjutan Teknik Industri yang berkolaborasi dengan ilmu Marketing, Operation, Business Statistik, bahkan untuk Management Strategy.. hati dan pikiranku mengucap syukur untuk semuanya. zone time kita belajar bareng –> belajar bareng kita sukses.. kapan kapan belajar bareng lagi (gumam hatiku) biasanya kita rapat seru, sepulangnya 2020an formasi kantor kita bagus.

untuk sesuai stradard kampus, aku serius belajar, bahkan dengan harapan dan penantian selama ini. Dan pelajaran bagus dari meraih mimpi adalah jika kamu mau dinilai lebih, usaha untuk memenuhi standar itu.

Akhirnya, surat penerimaanku datang. Aku dipertimbangkan untuk ikut perkuliahan. dan perjuanganku meningkatkan nilai-nilai, ucapan selamat dan syukur atas semua cobaan di masa yang lalu, nilaiku 547,5 dan teman-temanku masih muda. Mereka anak-anak akselerasi yang hebat! kinerja otak kanan dan otak kirinya bersinergi dengan baik. beautiful thing happen i your life when you distance yourself from all the negativity and drama. aku menikmati banyak waktu membaca buku dan literature. bentukan entrepreneurship science meniti jalan yang serius. Aku juga menikmati bebas tugas masuk kantor tiap hari. Aku bisa menjenguk ayahku yang recovery dari penyakitnya. Rumahku yang jauh, bahkan aku tidak mengeluarkan uang untuk tempat tinggal. Begitu banyak syukurku di 2017 ini.

thank you 2017,

look likes twenty feels like seventeen is the beautiful things

Advertisements

perjalanan 14 januari

This January start the year with an empty jar. Each week add note with a good things that happened. On New Year’s Eve empty the jar and read about the amazing year you had.

new dreams,

new hopes,

new experience,

 

layaknya 14 Januari tahun itu.. saat ini jadi nomer tengahku, se-netral suasana Idul Fitri, selesai puasa syawal. Kala itu, merayakan lebaran syawal layaknya hidayah yang menghapiri, DIA datang tanpa tapi.

Pria adalah didikan wanita

begitu halaman yang terbuka seadanya.

“Dengan semakin beragamnya corak kehidupan dan tujuannya, serta semakin banyaknya bentuk kemajuan dan peradaban menyebabkan timbulnya tuntutan dan kewajiban mendidik anak perempuan semakin penting dan mendesak.

.. maka janganlah kalian merasa heran, wahai para gadis, apabila masalah pendidikan kalian disangkutpautkan dengan peranan yang amat mulia agar kalian jadi calon ibu yang sempurna, dan..

bangsa-bangsa di dunia adalah hasil tenunan kaum ibu.

Rawatlah wanita dan olah dia dengan baik, maka dia akan mengeluarkan hasil-hasil yang baik dan bermanfaat bagi manusia”

**

Buku pertama dari kak Fitri yang manis. saat aku adik barunya ini yakin dengan pilihannya, saat tapi tidak berlanjut menjadi wash-was tapi pada wish yang bening, sebening embun. saya melangkah mantap tanpa menoleh ragu. “Wanita mengapa merosot akhlaknya” jadi sebuah pameo tantangan yang dilewati seperti layaknya orang asing menelusuri jalan tujuan. waspada, bertanya untuk menyiapkan bekal dan tidak menyia-nyiakan waktu.

Kebahagiaan dunia menuju kemudahan rasa aman pada kebahagiaan akhirat.

seorang Putri asuhan sang Panglima telah memilih untuk melalui jalan baru, begitu anggun melangkah sempurna dalam balutan kain semata kaki dan mahkotanya kini terbatas untuk dilihat banyak orang. Rasa haru panglima seperti pagi yang menyapa membasuh lukanya. Beberapa tahun dilalui sangat berat. Kehilangan orang-orang terkasih dan sempurna disayangnya, sepertinya beliau siap memulai 40 hari untuk meninggalkan segala kenangan indah.

Tujuh hari setelah lebaran penuh haru dan kenangan tentangnya. Semuanya merapat siap untuk melepasnya. sang putri seperti paham akan kepergian panglima yang selalu menunggunya, emosi labil remaja, bahkan ratapan bocah cengeng terasa seperti menunggu peristiwa.

pilu seperti sembilu mengenang “jangan tidur di sofa, nanti kalo ada tamu..” tapi jika diingat kembali, tubuh panglima yang renta menjadi hiasan tersendiri. kadang bau pesing karena jarak kamar mandi yang tak disanggupi langkah kaki tuanya berlari meninggalkan bau. hanya putri kecil yang rajin membawa kain lap pel melintasi jejaknya.

Jam berganti hari, hari melangkah pada bulan baru. Raja pertama menuntaskan pendidikannya. sang Putri memenuhi tasnya dengan makanan hidangan ulang tahun untuk dinikmati bersama panglima. Kemudian pulang. dan panglima itu tau harinya mau pergi, jauuuh. beliau makan semua yang beliau suka, menghela nafas berat untuk tidur panjang hingga semua yang ditinggalkan paham cerita awal tahun itu.

***

cita-cita sang putri sebelum usia 40 tahun, dia memenuhi panggilan sang Khaliq ke rumah-Nya. rasa haru bercampur bahagia terpancar di matanya. Mimpinya begitu cepat, seolah bekalnya cukup saja untuk mengantarnya pergi. Niat dan memenuhi ajakan Raja Pertama seolah semudah mengiyakan sesuatu. perjalanan tenang, muhrimku  yang ajak. sekali lagi undangan-Nya tanpa tapi.

jika mengingat masa lalu, waktu merentang perlahan dan berjalan bersisian dengan kelindaan tugas. Hadiah-hadiah itu datangnya pas. sempurna seperti mimpi banyak orang, semuanya yang terindra bergitu sempurna. Kamu yakin, lakukan dengan persiapan! tidak usah banyak, yang penting cukup. Jika lebih, bantu orang yang meminta kepadamu. Dan jangan remehkan doa-doa orang yang perhatian, mereka sahabatmu yang setia. Ucap syukur atas semuanya. satu per satu nenek dan orang-orang dekat, “minta semua yang kamu mau” — seolah undangan khusus ini tak lain hanya mengharapkan kebaikan untuk semuanya, terlebih untuk masa depan. seperti bayi mungil yang hadir beberapa bulan lalu. dia mirip kami, menebar aura positif dan semakin berbentuk karena kasih sayang orang-orang di sekitarnya.

alhamdulillah

feliz a nuevo.

Lilin

lilin

“ayah lupa menutup pintu”

Bayangkan pohon jambu molek jatuh ditirai yang hendak kau singkap. sepasang mata mencari jawaban karena terbitnya curiga.

“Ayah, adakah kau berdosa karena telah terlalu mencintai seorang perempuan melebihi ibu?”

Ayah bergerak cepat menutup album foto lamanya lalu berkata,  “Nak, ayah pernah lupa bahwa masa lalu tidak pernah bisa dihapus lalu anak-anakku akan menemukannya dengan tidak sengaja”

cermin

“Yang paling membuat frustrasi orang baik dan pandai adalah fakta bahwa mereka dikalahkan oleh orang yang tidak baik dan tidak pandai, tetapi yang penampilannya.. SEPERTI orang baik dan pandai” petuah pak Mario.

 

Kejadian ini membuat saya memikirkan bahwa bersikap baik itu membangun citra diri.

dan lebih penting jadi orang baik.

 

kembali ke sini lagi Harry?

rupanya kau sudah memahami cara kerja Cermin Tarsah. Kau tahu, orang yang paling bahagia di dunia ini adalah orang yang melihat dirinya apa adanya di cermin ini. Cermin ini menampilkan semua keinginan dan obsesi orang yang berkaca didepannya.

Banyak orang yang tertarik, berkali-kali kembali menengok cermin ini, dan akhirnya menjadi gila. Cermin ini tidak memberikan pengetahuan apapun atau kebenaran apapun” Albus Dumbledore, Harry Potter and The Socrerer’s Stone)

 

Itulah ego manusia, apa yang penting untuk orang lain tapi tidak penting untuk kita, tidak perlu kita perhatikan.

 

Abdullah bin Amru bin ‘Ash ra bertanya kepada Rasulullah saw tentang makna “Al Falaq” pada kalimat “Qul ‘audzu bi Rabbil-falaq” – sebuah penjara di dalam neraka jahannam. Dipenjarakan didalamnya setiap orang yang sombong lagi membesar-besarkan diri (Al Jabbarun). Dan Jahannam itu adalah suatu tempat di mana kita menanam perlindungan Allah darinya.

 

sambil pegang hape yang ga kedengeran lagi bunyinya,

‘demo’ 4 november mencoba menegakkan konstitusi, bukan membenci orang yang menghina Islam. Tapi kita demo menegakkan hukum karena sadar Al Qur’an bukan sekedar  pedoman hidup, tapi ngerasa aneh Ahok bisa-bisanya menyebut satu ayat itu.

mungkin benar adanya, kita ga perlu berkaca lagi, yang salah siapa.. dan agak merinding juga sama fitnah-fitnahnya Ahok. Memang dia sudah meminta maaf, dan sikap kita selanjutnya adalah menyerahkan pada hukum Islam yang berjalan, dengan tidak merubah hukum Al Qur’an sebagai salah satu iman seorang Muslim. percaya Al Qur’an.

 

Sunatullahnya, hukum Allah berjalan – “dia” merasa bersalah, lalu sikap defensif dia membuka buka  buka aib sendiri karena hukum Allah berjalan, dengan sunatullahnya ‘dia’ membeberkan aibnya sendiri. Wallahu’alam.

[masih ada yang mencerca dirinya, mereka menyampaikan fakta juga]

[tim suksesnya bingung mau membela bagian mana]

[kemarahan yang menjadi-jadi karena jengkel, yaaa buka buka aib itu]

 

Jadi merinding karena tau beberapa kejadian juga, pernah ada kejadian.. jadi paham (sekarang)

aksi damai

berawal dari social media yang memenangkan pemilihan Presiden. gempita PEMILU mengharukan orang-orang yang biasanya GOLPUT akhirnya milih! orang-orang yang sekolah di LN, riset di LN, semuanya menyempatkan diri untuk menggunakan hak suaranya di TPS pemilihan presiden. Saat itu, ada dua pilihan,  (1) sang anak Macan pak Harto, atau (2) orang sipil yang ga pernah duduk di Parlemen, pengusaha kayu asal Surakarta.

 

Jika dilihat hasilnya, tampaknya kita harus selektif melihat track record pemimpin. Iya ga siyy? Dalam komunikasi politik kita tidak bisa menolak pengangkatan instan ini. Mungkin masyarakat Indonesia semakin cerdas, mungkin daya tarik ERA globalisasi yang menyadarkan geo-politik Indonesia semakin cair, antara ada dan tiada, kekuatan baru memang ada di KHATULISTIWA.

 

tentang DOSA-DOSA AHOK

1. Ahok menghancurkan Masjid Baitul Arif di Jatinegara, Jakarta Timur, sehingga warga setempat tidak bisa shalat jum’at dan melakukan kajian Islam sampai saat ini.

2. Ahok menghancurkan masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki (TIM). Dengan dalih renovasi namun hingga hari ini tidak ada tanda-tanda akan dibangun kembali…

3. Tidak puas dengan menghancurkan masjid-masjid, Ahok mengganti para pejabat Muslim dengan pejabat-pejabat kafir seperti Lurah Susan, lurah Grace, dan sebagainya.

4. Tak hanya itu, kepala sekolah Muslim di DKI juga banyak yang diganti dengan alasan lelang jabatan. Hasilnya, banyak kepala sekolah Kristen sekarang.

5. Merasa didukung media-media sekuler, Ahok terus menghapus simbol-simbol Islam. Melalui kadisdik DKI yang kafir, Lasro Masbrun, dia mengeluarkan aturan mengganti busana Muslim di sekolah-sekolah DKI setiap jum’at dengan baju betawi, padahal sebenarnya baju betawi bisa di hari lain, seperti aturan di sekolah-sekolah Bandung, yaitu hari Rabu untuk baju daerah (Sunda), sedangkan Jum’at tetap dengan busana Muslim.

6. Setelah sukses menghancurkan masjid dan menghilangkan simbol-simbol Islam di DKI Jakarta, Ahok juga membatasi kegiatan syiar Islam seperti malam takbiran dengan alasan macet. Padahal perayaan tahun baru yang dipimpin AHOK JAUH LEBIH PARAH macetnya dengan menutup jalan-jalan protokol jakarta.

7. Ahok juga mendukung legalisasi pelacuran yaitu lokalisasi prostitusi, dan menyebut yang menolaknya adalah munafik, termasuk Muhammadiyah. Akhirnya Muhammadiyah resmi melaporkan Ahok ke polisi dengan pasal penghinaan.

8. Ketika umat Islam mati-matian memprotes Miss World, Ahok justru mendukung total bahkan bangga jika Jakarta jadi tuan rumah final kontes umbar aurat itu.

9. Tak kalah parahnya adalah Ahok mendukung wacana penghapusan Kolom Agama di KTP.

10. Ahok juga mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan : BOLEH MINUM BIR, asal jangan mabok. Tak cuma mendukung Miss World, Ahok juga mendukung penuh konser maksiat Lady Gaga.

11. Ahok dengan berani melecehkan ayat suci. Dia bilang, ayat suci wajib tunduk pada ayat konstitusi.

12. Pada lebaran yang lalu, situasi yang adem tiba-tiba menjadi panas kembali dengan wacana Ahok untuk menghapuskan cuti bersama saat lebaran. Apa dia tidak izinkan umat Islam berlebaran dan silaturahmi…? Kenapa pula tidak dicontohkan melalui pencabutan cuti bersama natal/tahun baru…? Mengapa hanya dan harus lebaran yang dibidik ?

13. Ahok juga menentang habis manifesto Partai Gerinda tentang pemurnian agama dari aliran sesat.

14. Ada yang bilang, tidak apa-apa pemimpin kafir asal tak korupsi. Nah, ternyata Ahok patut diduga terlibat korupsi pengadaan bus Transjakarta sebesar 1,6 Triliun. Sumber Waras, dll . Koruptor-koruptor BLBI juga kebanyakan “sejenis” dengan Ahok, yaitu konglomerat-konglomerat dari warga/golongan “keturunan” kafir dibelakang Ahok yang jelas memusuhi umat Islam dari dulu.

15. AHOK LARANG TABLIGH AKBAR, lagi-lagi dengan alasan bikin macet. Padahal perayaan tahun baru yang Ahok buat lebih parah bikin macet dengan menutup sejumlah jalan protokol.

16. Terkait sex bebas, Ahok dengan lantang sebut bahwa Melacur lebih baik daripada Selingkuh.

17. Ahok menganjurkan Sex bebas bahkan di usia remaja, dengan syarat pakai kondom.

18. Ahok menghina Nabi umat Islam terkait prostitusi dgn sebut prostitusi tak bisa dihilangkan, dgn mencontohkan zaman Nabi umat Islam pun ada masih prostitusi.

19. Ahok larang TAKBIRAN Keliling Jakarta dn alasan kemacetan, sementara TAHUN BARU dibuatkan panggung khusus di jalan utama ibukota.

20. Ahok larang kegiatan zikir di Monas padahal kegiatan Paskah diijinkan.

– Belum termasuk pengusuran rumah masyarakat besar-besaran di DKI Jakarta yg menghancurkan rumah tempat tinggal mereka..

– Pembangunan reklamasi demi kepentingan mafia mafia cukong..

– dan masih banyak lagi..

Ayo…
#TolakAhok
#TolakPemimpinKafir

http://www.jurnalmuslim.com/2016/09/beredar-broadcast-20-dosa-ahok-kepada-umat-islam-yuk-ikut-sebarkan.html?m=1

Akhirnya aksi demo terjadi di beberapa kota. Muslim dihina, Jakarta memutih, ulama jadi serius menuntu proses hukum yang serius. (isunya bawa-bawa manual book, pemahaman agama dipertanyakan) – kita paham jangan berteman dengan orang-orang tipe ini – bukan sekedar bertoleransi karena dia membuat sistem yang baik dalam mencegah korupsi (kita hargai Ahok membuat gentar para koruptor). Dan minta ampun sama pilihan kita (by system, juga, sambil terbengong bengong) karena Walikota Jakarta yang hanya setahun langsung menjabat (Jokowi), otomatis wakilnya naik.

***

Inilah yang tidak bisa cukong lakukan dengan uangnya! Alasan demo 4 november nambah HAHAH menggerakkan massa tulus dari sanubari mereka. This is the real power of Ukhuwah! #Let’s-make-them-afraid http://www.republika.co.id/berita/inpicture/nasional-inpicture/16/11/04/og4dwr283-aksi-demo-4-november-berlangsung-di-beberapa-kota

 

Taktik perang psikologis pemimpin pencitraan : taktik perang mempermainkan pikiran manusia.

Pemimpin komunis Cina biasa mempermainkan taktik perang psikologis dengan mengedepankan taktik mempermainkan pikiran rakyatnya sendiri. Dengan menggunakan pencitraan – membangun logika terbalik – pemimpin yang merakyat tetapi memimpin dengan tangan besi, artinya selalu tampil sederhana tetapi aslinya adalah pemimpin otoriter berkuasa. http://lingkarannews.com/taktik-perang-psikologis-pemimpin-pencitraan-taktik-perang-dengan-mempermainkan-pikiran-manusia/

Dan pemimpin komunis menggunakan taktik perang psikologis untuk melemahkan lawan politiknya, termasuk melemahkan daya kritis rakyatnya dengan jualan tipuan tipuan penampilan sebagai gimmick dalam politik pencitraan. Berpenampilan layaknya yang merakyat dan ‘ndeso’ alias seolah hidup dengan rakyatnya padahal semata ‘tampilan’ yang sengaja dipasang pada sang pemimpin untuk perang psikologis untuk target sistem tata nilai dan sistem kepercayaan, emosi, motif, pemikiran dan perilaku. Dan ICT digunakan untuk memperkuat sikap dan perilaku.

***

Dalam aksi damai menggagalkan pemimpin radikal ini sejumlah Muslim di Indonesia, paham mengenai hidup dengan pedoman hidupnya, Al Quran.

“Berbanggalah dalam keberpihakan Membela Al-Quran
Kelak Al-Quran pun bangga menjadi pembela kita di Hari Kiamat.”

Menuju 4 November 2016 Bersatu dalam membela Islam dan Negara.

Demikian disampaikan Syeikh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber adalah seorang Imam, ahli Quran, dai dan Ulama berkewarganegaraan Indonesia kelahiran kota Madinah Arab Saudi. Ia dikenal publik luas di tanah air saat menjadi juri pada Hafiz Indonesia di stasiun TV swasta.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

القرآن حجة لك أو عليك

“Al-Qur`an itu bisa menjadi hujjah yang membelamu atau sebaliknya menjadi hujjah yang membantahmu.” [HR. Muslim]

AYO! Jadilah Pembela Al-Quran… kelak di akhirat Al-Quran akan membelamu di saat paling engkau butuhkan dan di saat tidak ada yang akan membelamu.

 

Ust. Bahtiar Nasir: “Harusnya Presiden Temui Umat Islam, Tak Ada Alasan Tidak Menemui” – 05 November 2016

Jurnalmuslim.com – Ratusan ribu peserta aksi demo 4 November di Jakarta, hingga Jumat (4/11/2016) pukul 19.30 WIB masih bertahan. Mereka meminta bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam) Wiranto menemui perwakilan para peserta demo namun ditolak.

Akhirnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mewakili Presiden Jokowi bertemu dengan perwakilan peserta demo di Istana Negara. Hasil pertemuan, JK menyatakan pemerintah berkomitmen menyelesaikan kasus hukum dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pengamat Timur Tengah Azyumardi Azra dalam tayangan live di INews TV, Jumat petang mengungkapkan seharusnya tidak ada alasan Presiden Jokowi tidak menemui peserta demo 4 November. Salah satu perwakilan demonstran yakni pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bahtiar Nasir.

“Seharusnya Presiden Jokowi menemui mereka. Umat Islam yang telah berkumpul. Tidak ada alasan tidak menemui. Toh perwakilan demonstran yang ingin bertemu itu juga jelas orang-orangnya bukan orang yang tidak jelas. Ini perwakilan diterima Wapres, ini siapa Presidennya?” tegasnya.

 

bukan ini !!!

http://news.detik.com/berita/d-3337997/begini-penampakan-kobaran-api-di-depan-istana-merdeka

Kita sedang negosiasi dengan pihak istana, namun ketika selesai sholat Isya, masyarakat dengan duduk rapih, hikmat menunggu adzan – Maklumat tidak melakukan anarkis. Peluru ditembakkan gas air mata oleh POLRI.

Video Bukti Demonstran Duduk Damai Ketika Tiba-Tiba Dihujani Tembakan Gas Airmata

Semoga media paham mengenai pro-demonstran yang marah. hal ini wajar dan tidak lucu sama sekali. Gas Air mata yang disemport tiba-tiba, beda keadian dengan saat tahun 98 – bahan-bahan saat ini selain perih di mata, perih di pernafasan juga panas di kulit.

***

sambil flash-back, dan sedihnya “putra daerah” yang diusir sama Imigran adalah sejarah penting yang harus digaris-bawahi bahwa cerita ini memililukan. Kemerdekaan Indonesia 71 Agustus kemarin sepertinya rakyat Indonesia mendewasa dengan berbagai kejadian. Saat tokoh dan penokohan berguna untuk memotivasi diri sendiri untuk bangkit, sambil ngaca bilang : (1) ga usah maksain ngutang kalo emang ga punya, (2) belajar mencintai diri sendiri saat paham kalau hidup memang tidak mudah tapi selalu ada jalan benar untuk mencapai ridha-Nya, (3) surat Al Maidah mengajarkan siapa teman kamu, dan siapa musuh kamu yang kamu pahami.

http://www.aktual.site/2016/10/belajar-dari-pribumi-melayu-singapura-yang-awalnya-didekati-sehingga-memberikan-kepemimpinan-akhirnya-sang-pemimpin-nyatakan-anti-islam-dan-anti-melayu.html

***

 

Jika SBY presiden saat ini, sudah terbayang langkah apa yang akan beliau ambil seandainya menghadapi demo kemarin:
1. Menemui perwakilan pendemo secara langsung untuk menampung aspirasi dalam upaya menemukan solusi
2. Memberi instruksi tegas dan berwibawa sehingga tidak memberi peluang Polri jalankan “agenda terselubung”
3. Segera mengadakan konferensi pers setelah demo untuk menyatakan sikap resmi pemerintah terhadap situasi yang sedang terjadi serta memberikan instruksi tegas agar kondisi aman terkendali
4. Segera menginstruksikan jajaran kepolisian untuk menangkap aktor penista agama yaitu Ahok
5. Menghimbau demonstran dan warga agar tetap tenang, tidak terpancing provokasi.

http://www.qureta.com/post/empat-alasan-penting-jokowi-harus-tinggalkan-istana

 

Pemimpin yang mencintai rakyatnya, tentu akan memuliakan rakyatnya.. tentu ia akan bertemu langsung ketika ulama-ulama dan rakyat mengetuk pintu rumahnya…tentu ia akan mendengarkan rakyatnya menyampaikan keresahan mereka…

Pun terlihat bukan rakyat yang utama di hati anda Bapak Presiden..

***

 

(A) Penista agama harus masuk penjara
(B) Si A menista agama

kesimpulan seharusnya: Si A harus masuk penjara (X)

kesimpulan yang terjadi: Si J adalah pemimpin pengecut (Y )

X adalah kesimpulan yang ditarik mengikuti premis
sedangkan
Y adalah kesimpulan yang ditarik tidak mengikuti premis

Kesimpulannya: ada orang di Indonesia yang logikanya tidak mengikuti premis.

Disclaimer:
(1) kesamaan nama dan inisial adalah kebetulan belaka.
(2) premis adalah pernyataan yang digunakan untuk menjustifikasi kesimpulan dalam sebuah argumen.

 

kudeta Ala ala Arab Spring ‘jadi dekeeet banget’ geliat kejadian kemarin.

komunikasi ‘kita’

sabahat datang, kita ngobrol, kita sama sama bahagia

[08:02]

“mba.. saya otw LIPI Bandung nihhh”

“sama siapa? mampir nanti”

“sendirian.. siap nanti mampir”

“tujuannya mau diskusi sama mba Diana LPTB”

“Oh, sip.

mau pempek? aku pesenin, lagi mau pesen juga”

“mau banget. saya masih di tol Bekasi.. maaaacet ternyata”

“hooo.. kabarin aja kalo udah di LPTB”

“siap”

hari ini ada undangan di Pangea jam 9. Urusan anotasi belum kelar nihhh, gue sibuk fokus sama kerjaan. Masih dateng telah nihhh, air mandi paginya dingiiin. akhirnya memilih perut krucuk krucuk atau air dingin, saya mengalah dengan air dingin. Dan saya segera mengambil jaket yang memang sangat jarang dipakai kalo ga dingin kayak begini.

Sampe kantor siap dengan sepatu kets untuk hari kamis, olahraga! dateng telat dan harus semangat! ga tarik selimut. ishhh 

Diskusi Pangea lumayan bikin saya tergugu. Ada pak Danny, sneak peaknya belum gue selesai-in. Dan saya rasa, kelas Pangea berurusan dengan kegiatan kita, liputan Gunung Padang. Namun, izin ke Pangea pagi itu, kasie ku saja tidak hadir. Malas dia. sebenarnya yang terjadi adalah ‘roaming’ beratzzz. Kasie ga ngerti urusan Pangea, aku saja yang pamit. Teman teman diskusiku yang biasa sudah menunggu.

jam 12 hampir Zuhur, sahabatku sudah sampai. Aku tertukar visualisasi mukanya. Tukang kantin yang mawarin pempek namannya, Kus. Sahabatku, namanya Us. ughhh! dia telfon tapi,

[11:36]

“sip. silahkan dilanjut”

“udah ketemu mbak Diana?”

“belum, janjinya setelah zuhur”

“saya ambilin prosedur izin penelitiannya.

Janjian sama mbak Diana, yaa, barusan nomernya”

 

[12:50]

“udah nyampe gedung 40, Us

 

“saya mau ketemu mba Diana di gedung 50, beliaunya baru selesai makan siang”

“saya sudah duduk manis di Perpustakaan. nunggu aja deh heheh”

[14:25]

“tunggu ya, 10 menit lagi ke situ”

 

[14:44]

kita ngobrol. Ada rencana dia kali ini. Kita mau bikin program science communication, sip! seperti katamu dulu. Kita ngobrol panjang dan aku masih mau di jurusan ini sejak dulu, KOMUNIKASI. sepertinya penundaan ke Jerman telah terganti dengan Kelas MEDIA di Salman. Bagiku, tidak terlalu penting lagi aku kuliah di luar negeri untuk ambil sertifikasi master. Aku akan menghampiri mimpiku sejak SD, “Salemba School” selalu keren dimataku layaknya Bandung cozy di masa masa kuliah.

Semoga mimpiku kali ini jadi kenyataan.

Setelah obrolan mendalam mengenai science communication, bagiku cocok. Banyak saran orang yang mengarahkan aku pada mimpi ini. Aku menjalaninya dan aku bahagia dengan anekdot anekdot dalam perbincangan kami sampai setengah LIMA. Alhamdulillah aku ketemu sahabatku, layaknya adekku yang sekarang sudah jadi dosen di Multimedia Nusantara. Aku + mereka sahabatku + adekku, mereka tau mimpiku. Aku senang mereka selalu memotivasi aku. Aku juga kangen sahabatku di Habibie Centre, Dewi.

“Nggi, fokus sama master di Indonesia aja, nanti kalo sudah lulus, segera temani aku di Eropa. OK?”

“sip”

Banyak orang salah paradigma tentang kebaikkan hatiku. Aku sering dicurhatin sabahat baik bahkan orang entah dari mana mana karena mereka percaya aku – layaknya tempat sampah – aku selalu menerima, mendaur ulang bahkan merencanakan strategi paling gila sekalipun.

PS : sebagai teman aku kadang jahat, tapi aku cukup humanis untuk mengkomunikasikan hal-hal penistaan terhadap sikap sikap inferior orang.

Maafkan, saya yang hanya SUPER-ME layaknya film kartun yang kalian nikmati selama ini. Saya bukan siapa siapa bagi sebagian petinggi angkuh, namun tanggung jawab denger penderitaan orang – ngeri juga siyyy jalaninnya hahah “selama bisa aku tingkahin”, saya tidak segan jadi MALEFICIENT sekalipun.

sikap pemberontak adalah ‘caraku merengek’ biasanya lebih jelas. Prinsipku jelas. Seandainya ada forum bagaimana budaya jadi flatform dalam pengambilan kebijakan, aku selalu mau daftar. Bagiku terlambat adalah penyesalan yang selalu datang terlambat. saya tinggal di negara sebagai rumah kebudayaan yang luar biasa kaya.  orang saat ini banyak membahas mengenai hebatnya tolerasi di Indonesia – namun, “mendengar sejumlah kasus orang inferior harus melihat budaya bukan semata-mata sebagai warisan” tingkah usil saya bukan main. Bagi saya, “pembangunan tidak selalu identik dengan pertumbuhan ekonomi”. Gila !!! jaman sekarang gue sering liat pemimpin silau sama duit. Ngilernya minta ampuuun, keliatan nistanya di mata gue. di sisi lain, gue liat sendiri angka perceraian di kota kota karena faktor ekonomi juga.

secara jangka panjang, laju angka perceraian dapat menurunkan kualitas manusia. Sebab generasi muda yang seharusnya tumbuh maksimal berpotensi menjadi generasi yang tidak sehat secara psikologis maupun fisik. Temen gue yang tajir karena pendidikan keluarganya minus, jadi bandar narkoba, ada juga yang jadi anak senga karena money oriented. ADA. tingkahnya mirip Richy Rich tapi ngutang, klise ihhh.. Di sisi gelap lainnya, temen gue pendidikan orang tuanya bagus tapi miskin karena anak orang tuanya LIMA. lumayan miris karena ibunya full ibu rumah tangga, bapaknya kerja sebagai pedangan barang antik. lumayan bikin sedih. Kalo dengerin cerita dia, gue harus menekan ‘kepemilikan gue’ untuk ga pamer. biasanya siyy cuma gue dengerin. Paling banter gue jadiin contoh buat temen-temen lain yang ngajakin sharing pengalaman di kelas fiksi. Jadi baik itu ga cukup cuma sekedar baik tapi harus tau ‘sejarah luka-luka hatinya dia’ trus ajakin membangun potensi positif dia. Makanya gue keliatan anteng.. kalo ditanya punya masalah? pasti punya lahhh tapi gue ga kampungan. Cerdaslah dalam urusan curhat juga.

Semoga gue kuat milih siapa temen temen gue yang gue suka, bukan cuma sekedar bisa, apalagi sekedar kenalan.

 

gengers-cpta-5

Lost and Found Lampung

“mbak! aku ditelfon pakE, kita jadi wakil kantor ke kenduri di Lampung

supirnya kang Asep

uangnya di-reimburs katanya”

 

trus nginepnya gimana?

kok di-reimburs gimana?”

 

“jadi, pake uang kita dulu (bensin, penginapan, budget 300ribu-an) dan kita sama sekali ga dititipin uang”

 

mosok ga dibawain kantor???

PakE bilang difasilitasi kantor”

 

“ga tau nih”

 

ihhh.. nggak mau aku mahh

telfon pakE aja.. titipin uang ke satpam atau ke supir.

tadi mah bilangnya dari kantor”

 

“Aku telfon pakE..”

pakE mau tanggung jawab heheh nanti aku kasih rinciannya, pakE mau transfer ke rekening aku (niatnya)”

 

“harus ada uang SPPD juga ya, Ngie”

 

“di kantor udah ga ada orang

anehnya pakE disini nihhh

ya udah, aku searching dulu (hotel, waktu perjalanan, uang makan, semua persiapan kita aku koordinasi ya, mbak…)

biar klaimnya bisa”

 

setengah 6, magrib, gue ditelfon (dalem hati, memang saya butuh piknik, heu..) padahal agak seru siyy. terakhir ke Lampung SMA, tahun 1997, sekarang 2016, hooo sembilan-belas tahun yang lalu?? semoga sudah seperti layaknya kota. Dulu gue mirip ‘bolang’ ke sono. Riset sama orang PPK juga hahah~ ‘nasib gue. ketemu orang LIPI, jadi orang LIPI beneran’. bingung nih, mau bikin paper riset, malah disuruh piknik. Uang gue terbatas buat 11 Januari 2017. ckckckck. ‘cobaan, cobaan’

Coba yaa,

kira-kira gue berani ngambil resiko apa enggak?

  1. tugas paper, datelinenya rabu (19 oktober), ke Lampung (16 oktober), ppt (15 oktober, kelar). uang TUKIN belum turun (hiks). dijanjiin serius atau di-PHP-in nih gue ke Lampung?
  2. Jadi Turis Ransel lahh, se-tahun ini belum jadi piknik-kan? (kemaren, rencana Rity ke Singapur 19-21 oktober, gue bilang batal :p urusannya mau nabung, kan?

gue berani aahhh piknik ke Lampung

bismillah

Keep your motivation on track

Silaturahmi ke keluarganya Mutia, jadi!

Cari info budaya Sumatra, nyampe ke Selatan Sumatra juga penting, liat isunya, jadi!

Hunting fotonya, jadi!

Setelah dimotivasi fasilitas kantor, Gue maunya ngajak orang-orang yang mau ke Lampung se-isi mobil

Balik dehh gue

urusan paper gue lupain. padahal jam 5an gue baru keluar kantor. magriban di kantor nih gue balik lagi.

 

19:07, “Angie.. cariin gantinya aku ya kalo ternyata aku nggak bisa berangkat”

 

“hiks

iya mbak

aku lagi ke kantor lagi nihh”

 

19:12, “barusan Salma bilang hari sabtu (15 oktober) ada jadwal konseling psikologi di GO Buah Batu. mudah mudahan bisa pergi insyaallah”

Coba tanyain Mutia hotel yang deket dari tempat dia dimana?

owh, mas Andrian bisa ikut nggak tuh perwakilan PSIT”

 

“Mbak.. aku hanya berharap Salma konseling pagi.

aku berangkat se-selesainya mbak nihh

aku survey hotel dan perjalanan”

 

“ok. hotelnya yang enak angie.

Berapa jam sih?”

 

“Okay.

aku nunggu mbak konseling aja nih.

Soalnya Dina aku ajakin juga, yang mau ke Lampung kan judulnya.

se-mobil isinya orang BIT aja”

 

“Dina ada acara keluarga.

bu Rina pergi sama pakE”

 

“hoo

ya udah lah mbak

KITA yakin berangkat aja”

“insyaAllah”

 

[21:29] “mbak”

 

[23:13] “sori habis minum obat langsung tidur..

Ngie.. katanya sampe jam 9 jam ya”

 

“mbak, akhirnya aku mikir nihh”

 

“Tadi Dina sudah hubungin saya.. katanya naik pesawat ya?

syukur deh”

 

[23:30] “Berangkat sabtu harus pagi (naik mobil) karena perjalanan ke Merak bisa sampe 9 jam dari Bandung, belum nunggu ferinya.

Aku jam 21-an telfon-telfonan sama pakE.

 

minggu ga ada penerbangan pagi. paling pagi jam 10:20”

(acara Mutia jam 8 pagi)

 

“Ada tuh di Traveloka”

 

“naik pesawat jadinya buat aku karena traveloka”

 

“Angie sendiri?”

 

“Berani kan?”

 

“Berani mbak”

 

“Ok. alhamdulillah

 

duhhh aku beneran jadi berangkat sendiri.

mbak tinggal fokus sama Salma”

 

“Oke.. nuhun say

 

“semoga aku baik-baik saja berangkat dan pulangnya”

 

“aamiin.. sehat juga yaa”

 

“Aamiin. aku balik senin”

 

“Oke, ti-ti-di-je

 

“Sip”

 

Jadilah gue turis ransel ke Lampung. Kota lama dengan sejumlah transmigran yang berhasil. Beberapa tahun lalu, sepupu gue nikah sama perempuan Lampung. Gue agak kaget dengan kemakmuran Lampung. Mereka punya taksi aplikasi juga lho. selameeet!! gue ga pusing mikirin transportasi.

Lokasinya Mutia 24 kilo dari Bandara. gue dapetnya penginapan 28 kilo dari Bandara. ckckck.. dua hari dua malem gue di Lampung. Mana gue belum ditransfer lagi. yaa sudah yakin dan berani, ga usah mikirin “aneh aneh deh”.. wisata bahari, gie! cukup bayangin itu saja hohoh.

2012, gue pernah ke pesisir juga, sendiri. temen-temen lain dari pusat penelitian bukan satker gue survive? yaaa, tegang tegang gimana gitu siyy. masalahnya, nih supir taksi Bandara sekali jalan 100ribu. Gue kan mikir minta jalan-jalan 2 hari :p besok acara akad jam 8, misal gue 4 jam di rumah Mutia, trus gue nginep di Mutia? uhmmm gue kan tamu, jadi utusan kantor juga.

waktu gue ngasih kado hari jumat sebelum Mutia cuti, Mutia minta gue dateng keacaranya. Agak sedih juga siyy (sejarah orang-orang kantor gue yang ga simpati sama orang Sumatra, ehh Lala di Malang juga ga ada yang dateng tuhh)

Sesampainya di Lampung,

bandaranya ‘disesuaikan’ sama AngkasaPura hahaha gue nemu bangunan Raden Inten masih under-construction.

Ngeprint tiket balik ke Bandung, gue salah masuk counter. Gue pe-de-ka-te-in aja nih ‘Ayuk’ hape gue tinggal 1%, urusannya gue ga bisa searching taksi, ke hotel gue telat check-in gpp lahh, hujan deras nihh

Kepala gue agak pusing nih, karena belum makan siang atau naik pesawat kecil ya? Pake baling-baling soalnya. Untung ga turbulens :p alhamdulillah saat mau berangkat, langit Bandung cerah seketika, di Lampung juga nungguin gue landing. Trus gue ditungguin dapet taksi bandara buat ke Hotel, tuh hujan baru turun lagi.

saat check-in, gue langsung mandi dan istirahat. Ashar ashar gue tidur, bangun bangun magrib. Gue baru keluar cari makan. Ada tukang nasi uduk. Gue curiga nihh sama supir taksi bandara, “Inna 8” jangan-jangan banyak ‘inna inna Tiongkok’ di tempat gue nginep. Makanan nih yang gue takut kecampuran. Udah ahh pilihan nasi uduk udah paling bener.

Selesai makan, gue ke supermarket, sabun muka gue ketinggalan heheh. gue nemu supermarket Chandra yang jual kemasan kecil shampoo 7o mL dan facial foam 40gr — gue ngeluarin uang 20ribu sajhaa — akhirnya gue bisa beli yogurt nata de coco di toko roti. Lumayan buat sarapan besok pagi. Gue kan biasanya minum susu kalo tiba-tiba pusing. Susu buat netralisir racun. seinget gue di pesawat gue ga makan apa apa. di bandung, gue makan nasi kuning. trus, barusan makan nasi uduk.

sambil jalan, gue malah nemu toko oleh-oleh — ga punya duit — dalem hati, gue bawain beberapa aja. buat temen PKIT, satu bungkus. buat temen administrasi, satu bungkus. temen PKIT, yang gue curhatin aja dehh heheh. sambil mikir buat besok (itu foto gue upload relay atau gimana ya?) gue udah nyampe Lampung nihhh, sambil mikirin budget mepet. Niat gue silaturahmi, yasuuud, upload foto aja, oleh-olehnya.

Gue dateng pagi dan hadir di akad Mutia yang jam 8. Alhamdulillah gue dijemput sama temennya Taksi Bandara kemaren. Kepala gue udah fresh. sudah sarapan juga sambil nunggu dijemput. Sambutan keluarganya Mutia hangat. Gue ngerasa ditengah tengah sodara sendiri di tengah keluarganya Mutia yang Padang juga, alhamdulillah. gue minta jemput supir taksi jam 12. Dan setelah itu cara hotel baru. Kalo bisa gue mau hunting foto sunset. [Masih niat]. ujung ujungnya, gue was was sama supir taksinya, gue kan ga berani pergi malem sendirian, gelap hahaha.. gue tidur ahhh. al hasil, gue beneran batal hunting foto sunset. gue browsing internet di hotel aja http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-lampung-yang-wajib-dikunjungi/. Sambil makan malem, gue diajakin supir ngeliat city light di Lampung plus cerita mengenai studi Etnografi budaya Lampung yang gue mau tau. Gitu dehh.. daerah Transmigran ini benar-benar berhasil. ‘Inna inna’ yang kemarin malem gue temuin bener. seperti dugaan gue. Lalu, di sini ada konflik putra derah sama etnis Bali. Mereka sampe bakar bakaran kampung juga. NGERI. warga sini aslinya ‘bagak‘, dan tipikal Sumatra yang bisa satu keahlian saja sudah take-ownership sama egonya. Jadi, kalo bisa jadi pekerja yaa sukses. Sumberdaya di sini melimpah — pasir bangunan bagus, hasil kebun (pisang, duren) melimpah. Ditambah pesisir pantai yang bisa terima cruisin internasional. Widihhh~ mirip Bali. skill dan edukasinya harus diasah ini.. biar kalo koordinasi ga salah tangkep, seadainya edukasinya masih rendah, komunikasinya syuse. gue diajakin makan seafood — Rasa hotel bintang lima tapi dijual di kaki lima — mantabh!

supir gue hebat nihh — gue dicariin POP hotel yang gue banget. anak muda. Edukasi sign system di sini udah canggih. Jakarta ga kalah. POP hotel termasuk tipe hotel amaris. SUKAAA.

Besok paginya, gue pergi dari jam setengah 9 keliling keliling. Pesawat gue 11:45. Gue pergi ke Bukit yang banyak pasirnya — mau balik ke Bandung, hujan lagi. Pulang Pergi gue dianter hujan.. seger ^_^ di pesawat, gue ketemu Dosen UNILA yang paaas banget untuk urusan wisata bahari. Alhamdulillah. beliau ada rapat sama UNDP di Bandung. riset Etnografi gue juga dibold sama beliau. sukses gue jadi turis ransel.