perjalanan 14 januari

This January start the year with an empty jar. Each week add note with a good things that happened. On New Year’s Eve empty the jar and read about the amazing year you had.

new dreams,

new hopes,

new experience,

 

layaknya 14 Januari tahun itu.. saat ini jadi nomer tengahku, se-netral suasana Idul Fitri, selesai puasa syawal. Kala itu, merayakan lebaran syawal layaknya hidayah yang menghapiri, DIA datang tanpa tapi.

Pria adalah didikan wanita

begitu halaman yang terbuka seadanya.

“Dengan semakin beragamnya corak kehidupan dan tujuannya, serta semakin banyaknya bentuk kemajuan dan peradaban menyebabkan timbulnya tuntutan dan kewajiban mendidik anak perempuan semakin penting dan mendesak.

.. maka janganlah kalian merasa heran, wahai para gadis, apabila masalah pendidikan kalian disangkutpautkan dengan peranan yang amat mulia agar kalian jadi calon ibu yang sempurna, dan..

bangsa-bangsa di dunia adalah hasil tenunan kaum ibu.

Rawatlah wanita dan olah dia dengan baik, maka dia akan mengeluarkan hasil-hasil yang baik dan bermanfaat bagi manusia”

**

Buku pertama dari kak Fitri yang manis. saat aku adik barunya ini yakin dengan pilihannya, saat tapi tidak berlanjut menjadi wash-was tapi pada wish yang bening, sebening embun. saya melangkah mantap tanpa menoleh ragu. “Wanita mengapa merosot akhlaknya” jadi sebuah pameo tantangan yang dilewati seperti layaknya orang asing menelusuri jalan tujuan. waspada, bertanya untuk menyiapkan bekal dan tidak menyia-nyiakan waktu.

Kebahagiaan dunia menuju kemudahan rasa aman pada kebahagiaan akhirat.

seorang Putri asuhan sang Panglima telah memilih untuk melalui jalan baru, begitu anggun melangkah sempurna dalam balutan kain semata kaki dan mahkotanya kini terbatas untuk dilihat banyak orang. Rasa haru panglima seperti pagi yang menyapa membasuh lukanya. Beberapa tahun dilalui sangat berat. Kehilangan orang-orang terkasih dan sempurna disayangnya, sepertinya beliau siap memulai 40 hari untuk meninggalkan segala kenangan indah.

Tujuh hari setelah lebaran penuh haru dan kenangan tentangnya. Semuanya merapat siap untuk melepasnya. sang putri seperti paham akan kepergian panglima yang selalu menunggunya, emosi labil remaja, bahkan ratapan bocah cengeng terasa seperti menunggu peristiwa.

pilu seperti sembilu mengenang “jangan tidur di sofa, nanti kalo ada tamu..” tapi jika diingat kembali, tubuh panglima yang renta menjadi hiasan tersendiri. kadang bau pesing karena jarak kamar mandi yang tak disanggupi langkah kaki tuanya berlari meninggalkan bau. hanya putri kecil yang rajin membawa kain lap pel melintasi jejaknya.

Jam berganti hari, hari melangkah pada bulan baru. Raja pertama menuntaskan pendidikannya. sang Putri memenuhi tasnya dengan makanan hidangan ulang tahun untuk dinikmati bersama panglima. Kemudian pulang. dan panglima itu tau harinya mau pergi, jauuuh. beliau makan semua yang beliau suka, menghela nafas berat untuk tidur panjang hingga semua yang ditinggalkan paham cerita awal tahun itu.

***

cita-cita sang putri sebelum usia 40 tahun, dia memenuhi panggilan sang Khaliq ke rumah-Nya. rasa haru bercampur bahagia terpancar di matanya. Mimpinya begitu cepat, seolah bekalnya cukup saja untuk mengantarnya pergi. Niat dan memenuhi ajakan Raja Pertama seolah semudah mengiyakan sesuatu. perjalanan tenang, muhrimku  yang ajak. sekali lagi undangan-Nya tanpa tapi.

jika mengingat masa lalu, waktu merentang perlahan dan berjalan bersisian dengan kelindaan tugas. Hadiah-hadiah itu datangnya pas. sempurna seperti mimpi banyak orang, semuanya yang terindra bergitu sempurna. Kamu yakin, lakukan dengan persiapan! tidak usah banyak, yang penting cukup. Jika lebih, bantu orang yang meminta kepadamu. Dan jangan remehkan doa-doa orang yang perhatian, mereka sahabatmu yang setia. Ucap syukur atas semuanya. satu per satu nenek dan orang-orang dekat, “minta semua yang kamu mau” — seolah undangan khusus ini tak lain hanya mengharapkan kebaikan untuk semuanya, terlebih untuk masa depan. seperti bayi mungil yang hadir beberapa bulan lalu. dia mirip kami, menebar aura positif dan semakin berbentuk karena kasih sayang orang-orang di sekitarnya.

alhamdulillah

feliz a nuevo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s