cermin

“Yang paling membuat frustrasi orang baik dan pandai adalah fakta bahwa mereka dikalahkan oleh orang yang tidak baik dan tidak pandai, tetapi yang penampilannya.. SEPERTI orang baik dan pandai” petuah pak Mario.

 

Kejadian ini membuat saya memikirkan bahwa bersikap baik itu membangun citra diri.

dan lebih penting jadi orang baik.

 

kembali ke sini lagi Harry?

rupanya kau sudah memahami cara kerja Cermin Tarsah. Kau tahu, orang yang paling bahagia di dunia ini adalah orang yang melihat dirinya apa adanya di cermin ini. Cermin ini menampilkan semua keinginan dan obsesi orang yang berkaca didepannya.

Banyak orang yang tertarik, berkali-kali kembali menengok cermin ini, dan akhirnya menjadi gila. Cermin ini tidak memberikan pengetahuan apapun atau kebenaran apapun” Albus Dumbledore, Harry Potter and The Socrerer’s Stone)

 

Itulah ego manusia, apa yang penting untuk orang lain tapi tidak penting untuk kita, tidak perlu kita perhatikan.

 

Abdullah bin Amru bin ‘Ash ra bertanya kepada Rasulullah saw tentang makna “Al Falaq” pada kalimat “Qul ‘audzu bi Rabbil-falaq” – sebuah penjara di dalam neraka jahannam. Dipenjarakan didalamnya setiap orang yang sombong lagi membesar-besarkan diri (Al Jabbarun). Dan Jahannam itu adalah suatu tempat di mana kita menanam perlindungan Allah darinya.

 

sambil pegang hape yang ga kedengeran lagi bunyinya,

‘demo’ 4 november mencoba menegakkan konstitusi, bukan membenci orang yang menghina Islam. Tapi kita demo menegakkan hukum karena sadar Al Qur’an bukan sekedar  pedoman hidup, tapi ngerasa aneh Ahok bisa-bisanya menyebut satu ayat itu.

mungkin benar adanya, kita ga perlu berkaca lagi, yang salah siapa.. dan agak merinding juga sama fitnah-fitnahnya Ahok. Memang dia sudah meminta maaf, dan sikap kita selanjutnya adalah menyerahkan pada hukum Islam yang berjalan, dengan tidak merubah hukum Al Qur’an sebagai salah satu iman seorang Muslim. percaya Al Qur’an.

 

Sunatullahnya, hukum Allah berjalan – “dia” merasa bersalah, lalu sikap defensif dia membuka buka  buka aib sendiri karena hukum Allah berjalan, dengan sunatullahnya ‘dia’ membeberkan aibnya sendiri. Wallahu’alam.

[masih ada yang mencerca dirinya, mereka menyampaikan fakta juga]

[tim suksesnya bingung mau membela bagian mana]

[kemarahan yang menjadi-jadi karena jengkel, yaaa buka buka aib itu]

 

Jadi merinding karena tau beberapa kejadian juga, pernah ada kejadian.. jadi paham (sekarang)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s