aksi damai

berawal dari social media yang memenangkan pemilihan Presiden. gempita PEMILU mengharukan orang-orang yang biasanya GOLPUT akhirnya milih! orang-orang yang sekolah di LN, riset di LN, semuanya menyempatkan diri untuk menggunakan hak suaranya di TPS pemilihan presiden. Saat itu, ada dua pilihan,  (1) sang anak Macan pak Harto, atau (2) orang sipil yang ga pernah duduk di Parlemen, pengusaha kayu asal Surakarta.

 

Jika dilihat hasilnya, tampaknya kita harus selektif melihat track record pemimpin. Iya ga siyy? Dalam komunikasi politik kita tidak bisa menolak pengangkatan instan ini. Mungkin masyarakat Indonesia semakin cerdas, mungkin daya tarik ERA globalisasi yang menyadarkan geo-politik Indonesia semakin cair, antara ada dan tiada, kekuatan baru memang ada di KHATULISTIWA.

 

tentang DOSA-DOSA AHOK

1. Ahok menghancurkan Masjid Baitul Arif di Jatinegara, Jakarta Timur, sehingga warga setempat tidak bisa shalat jum’at dan melakukan kajian Islam sampai saat ini.

2. Ahok menghancurkan masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki (TIM). Dengan dalih renovasi namun hingga hari ini tidak ada tanda-tanda akan dibangun kembali…

3. Tidak puas dengan menghancurkan masjid-masjid, Ahok mengganti para pejabat Muslim dengan pejabat-pejabat kafir seperti Lurah Susan, lurah Grace, dan sebagainya.

4. Tak hanya itu, kepala sekolah Muslim di DKI juga banyak yang diganti dengan alasan lelang jabatan. Hasilnya, banyak kepala sekolah Kristen sekarang.

5. Merasa didukung media-media sekuler, Ahok terus menghapus simbol-simbol Islam. Melalui kadisdik DKI yang kafir, Lasro Masbrun, dia mengeluarkan aturan mengganti busana Muslim di sekolah-sekolah DKI setiap jum’at dengan baju betawi, padahal sebenarnya baju betawi bisa di hari lain, seperti aturan di sekolah-sekolah Bandung, yaitu hari Rabu untuk baju daerah (Sunda), sedangkan Jum’at tetap dengan busana Muslim.

6. Setelah sukses menghancurkan masjid dan menghilangkan simbol-simbol Islam di DKI Jakarta, Ahok juga membatasi kegiatan syiar Islam seperti malam takbiran dengan alasan macet. Padahal perayaan tahun baru yang dipimpin AHOK JAUH LEBIH PARAH macetnya dengan menutup jalan-jalan protokol jakarta.

7. Ahok juga mendukung legalisasi pelacuran yaitu lokalisasi prostitusi, dan menyebut yang menolaknya adalah munafik, termasuk Muhammadiyah. Akhirnya Muhammadiyah resmi melaporkan Ahok ke polisi dengan pasal penghinaan.

8. Ketika umat Islam mati-matian memprotes Miss World, Ahok justru mendukung total bahkan bangga jika Jakarta jadi tuan rumah final kontes umbar aurat itu.

9. Tak kalah parahnya adalah Ahok mendukung wacana penghapusan Kolom Agama di KTP.

10. Ahok juga mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan : BOLEH MINUM BIR, asal jangan mabok. Tak cuma mendukung Miss World, Ahok juga mendukung penuh konser maksiat Lady Gaga.

11. Ahok dengan berani melecehkan ayat suci. Dia bilang, ayat suci wajib tunduk pada ayat konstitusi.

12. Pada lebaran yang lalu, situasi yang adem tiba-tiba menjadi panas kembali dengan wacana Ahok untuk menghapuskan cuti bersama saat lebaran. Apa dia tidak izinkan umat Islam berlebaran dan silaturahmi…? Kenapa pula tidak dicontohkan melalui pencabutan cuti bersama natal/tahun baru…? Mengapa hanya dan harus lebaran yang dibidik ?

13. Ahok juga menentang habis manifesto Partai Gerinda tentang pemurnian agama dari aliran sesat.

14. Ada yang bilang, tidak apa-apa pemimpin kafir asal tak korupsi. Nah, ternyata Ahok patut diduga terlibat korupsi pengadaan bus Transjakarta sebesar 1,6 Triliun. Sumber Waras, dll . Koruptor-koruptor BLBI juga kebanyakan “sejenis” dengan Ahok, yaitu konglomerat-konglomerat dari warga/golongan “keturunan” kafir dibelakang Ahok yang jelas memusuhi umat Islam dari dulu.

15. AHOK LARANG TABLIGH AKBAR, lagi-lagi dengan alasan bikin macet. Padahal perayaan tahun baru yang Ahok buat lebih parah bikin macet dengan menutup sejumlah jalan protokol.

16. Terkait sex bebas, Ahok dengan lantang sebut bahwa Melacur lebih baik daripada Selingkuh.

17. Ahok menganjurkan Sex bebas bahkan di usia remaja, dengan syarat pakai kondom.

18. Ahok menghina Nabi umat Islam terkait prostitusi dgn sebut prostitusi tak bisa dihilangkan, dgn mencontohkan zaman Nabi umat Islam pun ada masih prostitusi.

19. Ahok larang TAKBIRAN Keliling Jakarta dn alasan kemacetan, sementara TAHUN BARU dibuatkan panggung khusus di jalan utama ibukota.

20. Ahok larang kegiatan zikir di Monas padahal kegiatan Paskah diijinkan.

– Belum termasuk pengusuran rumah masyarakat besar-besaran di DKI Jakarta yg menghancurkan rumah tempat tinggal mereka..

– Pembangunan reklamasi demi kepentingan mafia mafia cukong..

– dan masih banyak lagi..

Ayo…
#TolakAhok
#TolakPemimpinKafir

http://www.jurnalmuslim.com/2016/09/beredar-broadcast-20-dosa-ahok-kepada-umat-islam-yuk-ikut-sebarkan.html?m=1

Akhirnya aksi demo terjadi di beberapa kota. Muslim dihina, Jakarta memutih, ulama jadi serius menuntu proses hukum yang serius. (isunya bawa-bawa manual book, pemahaman agama dipertanyakan) – kita paham jangan berteman dengan orang-orang tipe ini – bukan sekedar bertoleransi karena dia membuat sistem yang baik dalam mencegah korupsi (kita hargai Ahok membuat gentar para koruptor). Dan minta ampun sama pilihan kita (by system, juga, sambil terbengong bengong) karena Walikota Jakarta yang hanya setahun langsung menjabat (Jokowi), otomatis wakilnya naik.

***

Inilah yang tidak bisa cukong lakukan dengan uangnya! Alasan demo 4 november nambah HAHAH menggerakkan massa tulus dari sanubari mereka. This is the real power of Ukhuwah! #Let’s-make-them-afraid http://www.republika.co.id/berita/inpicture/nasional-inpicture/16/11/04/og4dwr283-aksi-demo-4-november-berlangsung-di-beberapa-kota

 

Taktik perang psikologis pemimpin pencitraan : taktik perang mempermainkan pikiran manusia.

Pemimpin komunis Cina biasa mempermainkan taktik perang psikologis dengan mengedepankan taktik mempermainkan pikiran rakyatnya sendiri. Dengan menggunakan pencitraan – membangun logika terbalik – pemimpin yang merakyat tetapi memimpin dengan tangan besi, artinya selalu tampil sederhana tetapi aslinya adalah pemimpin otoriter berkuasa. http://lingkarannews.com/taktik-perang-psikologis-pemimpin-pencitraan-taktik-perang-dengan-mempermainkan-pikiran-manusia/

Dan pemimpin komunis menggunakan taktik perang psikologis untuk melemahkan lawan politiknya, termasuk melemahkan daya kritis rakyatnya dengan jualan tipuan tipuan penampilan sebagai gimmick dalam politik pencitraan. Berpenampilan layaknya yang merakyat dan ‘ndeso’ alias seolah hidup dengan rakyatnya padahal semata ‘tampilan’ yang sengaja dipasang pada sang pemimpin untuk perang psikologis untuk target sistem tata nilai dan sistem kepercayaan, emosi, motif, pemikiran dan perilaku. Dan ICT digunakan untuk memperkuat sikap dan perilaku.

***

Dalam aksi damai menggagalkan pemimpin radikal ini sejumlah Muslim di Indonesia, paham mengenai hidup dengan pedoman hidupnya, Al Quran.

“Berbanggalah dalam keberpihakan Membela Al-Quran
Kelak Al-Quran pun bangga menjadi pembela kita di Hari Kiamat.”

Menuju 4 November 2016 Bersatu dalam membela Islam dan Negara.

Demikian disampaikan Syeikh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber adalah seorang Imam, ahli Quran, dai dan Ulama berkewarganegaraan Indonesia kelahiran kota Madinah Arab Saudi. Ia dikenal publik luas di tanah air saat menjadi juri pada Hafiz Indonesia di stasiun TV swasta.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

القرآن حجة لك أو عليك

“Al-Qur`an itu bisa menjadi hujjah yang membelamu atau sebaliknya menjadi hujjah yang membantahmu.” [HR. Muslim]

AYO! Jadilah Pembela Al-Quran… kelak di akhirat Al-Quran akan membelamu di saat paling engkau butuhkan dan di saat tidak ada yang akan membelamu.

 

Ust. Bahtiar Nasir: “Harusnya Presiden Temui Umat Islam, Tak Ada Alasan Tidak Menemui” – 05 November 2016

Jurnalmuslim.com – Ratusan ribu peserta aksi demo 4 November di Jakarta, hingga Jumat (4/11/2016) pukul 19.30 WIB masih bertahan. Mereka meminta bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam) Wiranto menemui perwakilan para peserta demo namun ditolak.

Akhirnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mewakili Presiden Jokowi bertemu dengan perwakilan peserta demo di Istana Negara. Hasil pertemuan, JK menyatakan pemerintah berkomitmen menyelesaikan kasus hukum dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pengamat Timur Tengah Azyumardi Azra dalam tayangan live di INews TV, Jumat petang mengungkapkan seharusnya tidak ada alasan Presiden Jokowi tidak menemui peserta demo 4 November. Salah satu perwakilan demonstran yakni pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bahtiar Nasir.

“Seharusnya Presiden Jokowi menemui mereka. Umat Islam yang telah berkumpul. Tidak ada alasan tidak menemui. Toh perwakilan demonstran yang ingin bertemu itu juga jelas orang-orangnya bukan orang yang tidak jelas. Ini perwakilan diterima Wapres, ini siapa Presidennya?” tegasnya.

 

bukan ini !!!

http://news.detik.com/berita/d-3337997/begini-penampakan-kobaran-api-di-depan-istana-merdeka

Kita sedang negosiasi dengan pihak istana, namun ketika selesai sholat Isya, masyarakat dengan duduk rapih, hikmat menunggu adzan – Maklumat tidak melakukan anarkis. Peluru ditembakkan gas air mata oleh POLRI.

Video Bukti Demonstran Duduk Damai Ketika Tiba-Tiba Dihujani Tembakan Gas Airmata

Semoga media paham mengenai pro-demonstran yang marah. hal ini wajar dan tidak lucu sama sekali. Gas Air mata yang disemport tiba-tiba, beda keadian dengan saat tahun 98 – bahan-bahan saat ini selain perih di mata, perih di pernafasan juga panas di kulit.

***

sambil flash-back, dan sedihnya “putra daerah” yang diusir sama Imigran adalah sejarah penting yang harus digaris-bawahi bahwa cerita ini memililukan. Kemerdekaan Indonesia 71 Agustus kemarin sepertinya rakyat Indonesia mendewasa dengan berbagai kejadian. Saat tokoh dan penokohan berguna untuk memotivasi diri sendiri untuk bangkit, sambil ngaca bilang : (1) ga usah maksain ngutang kalo emang ga punya, (2) belajar mencintai diri sendiri saat paham kalau hidup memang tidak mudah tapi selalu ada jalan benar untuk mencapai ridha-Nya, (3) surat Al Maidah mengajarkan siapa teman kamu, dan siapa musuh kamu yang kamu pahami.

http://www.aktual.site/2016/10/belajar-dari-pribumi-melayu-singapura-yang-awalnya-didekati-sehingga-memberikan-kepemimpinan-akhirnya-sang-pemimpin-nyatakan-anti-islam-dan-anti-melayu.html

***

 

Jika SBY presiden saat ini, sudah terbayang langkah apa yang akan beliau ambil seandainya menghadapi demo kemarin:
1. Menemui perwakilan pendemo secara langsung untuk menampung aspirasi dalam upaya menemukan solusi
2. Memberi instruksi tegas dan berwibawa sehingga tidak memberi peluang Polri jalankan “agenda terselubung”
3. Segera mengadakan konferensi pers setelah demo untuk menyatakan sikap resmi pemerintah terhadap situasi yang sedang terjadi serta memberikan instruksi tegas agar kondisi aman terkendali
4. Segera menginstruksikan jajaran kepolisian untuk menangkap aktor penista agama yaitu Ahok
5. Menghimbau demonstran dan warga agar tetap tenang, tidak terpancing provokasi.

http://www.qureta.com/post/empat-alasan-penting-jokowi-harus-tinggalkan-istana

 

Pemimpin yang mencintai rakyatnya, tentu akan memuliakan rakyatnya.. tentu ia akan bertemu langsung ketika ulama-ulama dan rakyat mengetuk pintu rumahnya…tentu ia akan mendengarkan rakyatnya menyampaikan keresahan mereka…

Pun terlihat bukan rakyat yang utama di hati anda Bapak Presiden..

***

 

(A) Penista agama harus masuk penjara
(B) Si A menista agama

kesimpulan seharusnya: Si A harus masuk penjara (X)

kesimpulan yang terjadi: Si J adalah pemimpin pengecut (Y )

X adalah kesimpulan yang ditarik mengikuti premis
sedangkan
Y adalah kesimpulan yang ditarik tidak mengikuti premis

Kesimpulannya: ada orang di Indonesia yang logikanya tidak mengikuti premis.

Disclaimer:
(1) kesamaan nama dan inisial adalah kebetulan belaka.
(2) premis adalah pernyataan yang digunakan untuk menjustifikasi kesimpulan dalam sebuah argumen.

 

kudeta Ala ala Arab Spring ‘jadi dekeeet banget’ geliat kejadian kemarin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s