komunikasi ‘kita’

sabahat datang, kita ngobrol, kita sama sama bahagia

[08:02]

“mba.. saya otw LIPI Bandung nihhh”

“sama siapa? mampir nanti”

“sendirian.. siap nanti mampir”

“tujuannya mau diskusi sama mba Diana LPTB”

“Oh, sip.

mau pempek? aku pesenin, lagi mau pesen juga”

“mau banget. saya masih di tol Bekasi.. maaaacet ternyata”

“hooo.. kabarin aja kalo udah di LPTB”

“siap”

hari ini ada undangan di Pangea jam 9. Urusan anotasi belum kelar nihhh, gue sibuk fokus sama kerjaan. Masih dateng telah nihhh, air mandi paginya dingiiin. akhirnya memilih perut krucuk krucuk atau air dingin, saya mengalah dengan air dingin. Dan saya segera mengambil jaket yang memang sangat jarang dipakai kalo ga dingin kayak begini.

Sampe kantor siap dengan sepatu kets untuk hari kamis, olahraga! dateng telat dan harus semangat! ga tarik selimut. ishhh 

Diskusi Pangea lumayan bikin saya tergugu. Ada pak Danny, sneak peaknya belum gue selesai-in. Dan saya rasa, kelas Pangea berurusan dengan kegiatan kita, liputan Gunung Padang. Namun, izin ke Pangea pagi itu, kasie ku saja tidak hadir. Malas dia. sebenarnya yang terjadi adalah ‘roaming’ beratzzz. Kasie ga ngerti urusan Pangea, aku saja yang pamit. Teman teman diskusiku yang biasa sudah menunggu.

jam 12 hampir Zuhur, sahabatku sudah sampai. Aku tertukar visualisasi mukanya. Tukang kantin yang mawarin pempek namannya, Kus. Sahabatku, namanya Us. ughhh! dia telfon tapi,

[11:36]

“sip. silahkan dilanjut”

“udah ketemu mbak Diana?”

“belum, janjinya setelah zuhur”

“saya ambilin prosedur izin penelitiannya.

Janjian sama mbak Diana, yaa, barusan nomernya”

 

[12:50]

“udah nyampe gedung 40, Us

 

“saya mau ketemu mba Diana di gedung 50, beliaunya baru selesai makan siang”

“saya sudah duduk manis di Perpustakaan. nunggu aja deh heheh”

[14:25]

“tunggu ya, 10 menit lagi ke situ”

 

[14:44]

kita ngobrol. Ada rencana dia kali ini. Kita mau bikin program science communication, sip! seperti katamu dulu. Kita ngobrol panjang dan aku masih mau di jurusan ini sejak dulu, KOMUNIKASI. sepertinya penundaan ke Jerman telah terganti dengan Kelas MEDIA di Salman. Bagiku, tidak terlalu penting lagi aku kuliah di luar negeri untuk ambil sertifikasi master. Aku akan menghampiri mimpiku sejak SD, “Salemba School” selalu keren dimataku layaknya Bandung cozy di masa masa kuliah.

Semoga mimpiku kali ini jadi kenyataan.

Setelah obrolan mendalam mengenai science communication, bagiku cocok. Banyak saran orang yang mengarahkan aku pada mimpi ini. Aku menjalaninya dan aku bahagia dengan anekdot anekdot dalam perbincangan kami sampai setengah LIMA. Alhamdulillah aku ketemu sahabatku, layaknya adekku yang sekarang sudah jadi dosen di Multimedia Nusantara. Aku + mereka sahabatku + adekku, mereka tau mimpiku. Aku senang mereka selalu memotivasi aku. Aku juga kangen sahabatku di Habibie Centre, Dewi.

“Nggi, fokus sama master di Indonesia aja, nanti kalo sudah lulus, segera temani aku di Eropa. OK?”

“sip”

Banyak orang salah paradigma tentang kebaikkan hatiku. Aku sering dicurhatin sabahat baik bahkan orang entah dari mana mana karena mereka percaya aku – layaknya tempat sampah – aku selalu menerima, mendaur ulang bahkan merencanakan strategi paling gila sekalipun.

PS : sebagai teman aku kadang jahat, tapi aku cukup humanis untuk mengkomunikasikan hal-hal penistaan terhadap sikap sikap inferior orang.

Maafkan, saya yang hanya SUPER-ME layaknya film kartun yang kalian nikmati selama ini. Saya bukan siapa siapa bagi sebagian petinggi angkuh, namun tanggung jawab denger penderitaan orang – ngeri juga siyyy jalaninnya hahah “selama bisa aku tingkahin”, saya tidak segan jadi MALEFICIENT sekalipun.

sikap pemberontak adalah ‘caraku merengek’ biasanya lebih jelas. Prinsipku jelas. Seandainya ada forum bagaimana budaya jadi flatform dalam pengambilan kebijakan, aku selalu mau daftar. Bagiku terlambat adalah penyesalan yang selalu datang terlambat. saya tinggal di negara sebagai rumah kebudayaan yang luar biasa kaya.  orang saat ini banyak membahas mengenai hebatnya tolerasi di Indonesia – namun, “mendengar sejumlah kasus orang inferior harus melihat budaya bukan semata-mata sebagai warisan” tingkah usil saya bukan main. Bagi saya, “pembangunan tidak selalu identik dengan pertumbuhan ekonomi”. Gila !!! jaman sekarang gue sering liat pemimpin silau sama duit. Ngilernya minta ampuuun, keliatan nistanya di mata gue. di sisi lain, gue liat sendiri angka perceraian di kota kota karena faktor ekonomi juga.

secara jangka panjang, laju angka perceraian dapat menurunkan kualitas manusia. Sebab generasi muda yang seharusnya tumbuh maksimal berpotensi menjadi generasi yang tidak sehat secara psikologis maupun fisik. Temen gue yang tajir karena pendidikan keluarganya minus, jadi bandar narkoba, ada juga yang jadi anak senga karena money oriented. ADA. tingkahnya mirip Richy Rich tapi ngutang, klise ihhh.. Di sisi gelap lainnya, temen gue pendidikan orang tuanya bagus tapi miskin karena anak orang tuanya LIMA. lumayan miris karena ibunya full ibu rumah tangga, bapaknya kerja sebagai pedangan barang antik. lumayan bikin sedih. Kalo dengerin cerita dia, gue harus menekan ‘kepemilikan gue’ untuk ga pamer. biasanya siyy cuma gue dengerin. Paling banter gue jadiin contoh buat temen-temen lain yang ngajakin sharing pengalaman di kelas fiksi. Jadi baik itu ga cukup cuma sekedar baik tapi harus tau ‘sejarah luka-luka hatinya dia’ trus ajakin membangun potensi positif dia. Makanya gue keliatan anteng.. kalo ditanya punya masalah? pasti punya lahhh tapi gue ga kampungan. Cerdaslah dalam urusan curhat juga.

Semoga gue kuat milih siapa temen temen gue yang gue suka, bukan cuma sekedar bisa, apalagi sekedar kenalan.

 

gengers-cpta-5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s