Gloucewriter’s Weblog











{August 15, 2011}   Huru-hara Cewek Ajaib

siang hari ini teriknya duilee..panas bener. saya pergi menghadiri sebuah perkumpulan orang hebat yang saya yakin akan membawa kemajuan buat saya.

Betapa tidak?? Kelompok para penulis hebat ini sudah mempunyai jaminan nama dalam hati saya. Saya suka dengan jaminan NoExcuse! Betapa tidak, mereka mampu menyeret saya dalam lubang keterpurukan. *bosan dengan bahasa yang sulit dimengerti* namun saya yakin kalimat sederhana dengan sedikit deskripsi cihuy mampu membuatnya tampak menarik.

Ya, saya belajar nulis. Nulis apa saja boleh.. *selama bisa dibaca dengan ringan* membaca saja saya milih.. milih yang nggak berat mikirin rentetan katanya hee..

Dalam pengajarannya, saya yang manusia biasa-biasan saja ini namun serius mau bisa, dipaksa dengan tema tertentu mengembangkan pemahaman saya untuk bisa bikin tulisan lain yang sepadan. Wow, banyak baca dong *tentunya*. Dengan membaca saya dilatih untuk mampu menemukan kosakata cocok untuk melukiskan apa yang saya ingin sampaikan pada orang yang membaca tulisan saya. Biar ceritanya bunyi gitu.. *ayo semangat!!*

Jam istirahat yang lumayan mepet *ya iyalah..sejam buat ishoma. Ya ampyun, ngebut. saat sosialisasi sambil makan siang aja* temen se-angkatan pelatihan itu setidaknya. Saya suka mendiskusikan sesuatu bersama teman ya.. dalam waktu yang sama. Ya..ya..ya.. saya sambil usaha positif saja ya..

Saya mampir ke stand penjualan buku. Entahlah.. *sejak kapan saya jadi suka baca buku* kalo ga ulangan, saya suka milih buku yang mau dibaca. kalo yang berat, ogah ah.. mending majalah fashion yang banyak gambarnya* bisa punya inspirasi model gitu, atau suatu hari nanti ga pusing milih baju yang disuka hahaha.. trus yang lainnya digunting-gunting seolah-olah visual vision gitu *membantu mengurai sampah* – jadi, beli majalahnya agak milih-milih juga siyyy..

Huru-hara Cewek Ajaib – Absolutly Kribo ow..ow..ow.. judulnya ceria sekali *secerah sampul bukunya yang kuning jreeeng.. * Cewek berambut korek api seragam dalam balutan putih-abuabu, sambil megang bola basket *cihuy..* Mari kita baca sinopsisnya.

Pernah ngga’ kamu merasa invisible di tengah teman-temanmu bla..bla..bla.. *selembar sinopsis belakang sampul bikin aku yakin segera melarikan buku ini ke kasir*. Mending beli buku yang beginian, daripada minjem. Buku ini gila, heboh, bikin ketawa, merasa “gue banget!” Penulisnya dengan kocak mengangkat semua isu cewek SMA secara blak-blakan.  hikmah yang terselip, dan membuatmu pengen jadi cewek yang lebih baik..lebih insaf! :) Gue geli sekaligus bangga. jika dengan role model cerita ini gue bisa nularin kemampuan gue yang unik itu*ya.. ga tau juga, pengalaman seru perlu di share*  yang penting sekarang punya dulu, daripada enggak hahaha..

Setelah punya buku ini dan ngikutin tekad menulis Pelatihan Asma Nadia, gue punya semangat hidup. Setidaknya jadi sering nulis blog sampe bikin cerita seru lainya yang ga ngebosenin.

pengalaman hihi…



{April 10, 2011}   tubuhmu auratmu

Suatu nasihat yang sangat indah yang disampaikan seorang ayah kepada putrinya. Namun, kali ini, dongeng cerita itu saya dengar dari mulut nenek Aki (Nenek Aki adalah sebutan kakek dari anak keturunan suku Minang kepada kakeknya).

***
Kisah cerita ini berasal dari seorang ayah yang juga seorang mualaf, dia adalah Mohammad Ali “The Greatest” . Seorang petinju terbaik pada masanya yang kemudian memutuskan untuk bersyahadat di atas ring tinju, disaksikan jutaan penonton. Konon kabarnya, “Kepindahanku ke agama Islam adalah hal yang wajar dan selaras dengan fitrah-fitrah yang Allah ciptakan untuk manusia sebagai seorang muslim.
Dia pun memberi nama putra-putrinya dengan nama islami “Muhammad, Maryam, Rasyidah, Khalilah, Jamilah, Hana dan Laila”. Kisah ini dituturkan oleh salah seorang putrinya, Hana. Saat itu aku dan adikku Laila baru saja pulang ke rumah dengan mengenakan pakaian yang biasa kami pakai seperti halnya anak-anak yang lain seusiaku. Seperti biasa setibanya dirumah aku dan Laila langsung mencari ayah ke kamarnya. Dan ayah pasti sudah berada di belakang pintu kamarnya untuk mengagetkan kami. Setelah itu ayah selalu memberi kami hadiah berupa peluk dan cium sayang seorang ayah. Ayah kemudian memandangi kami dengan tatapan penuh kasih sayang dan meminta kami duduk di pangkuannya. Ayah mengatakan sesuatu kepadaku yang tak kan pernah kulupakan. Ayah berkata,

“Hana, setiap yang berharga yang Allah ciptakan di dunia ini selalu terlindungi, dan tidak mudah untuk mendapatkannya.”

“Nak, dimana kamu akan menemukan mutiara? ya, di dasar laut yang dalam, tertutup dan terlindungi oleh cangkang yang indah. Lalu, dimana kamu akan menemukan emas? ya, di dalam tanah, yang terlindungi lapisan bebatuan?

“tidak mudah bukan untuk mendapatkan mutiara di dasar laut dan emas di dalam tanah. kamu harus berusaha keras untuk mendapatkannya. Ayah kembali menatapku dengan penuh rasa sayang dan berkata,

“Nak, tubuhmu adalah aurat, yang suci, yang jauh lebih berharga daripada mutiara dan emas, maka tutuplah wahai putriku”.

***

Mendengar cerita Nenek Aki, aku mulai memikirkan setiap tatapan tiap pasang mata yang biasanya bertemu denganku. Mereka selalu saja melihatku dari atas hingga bawah. Entah apa yang menarik bagi mereka? Mungkin perasaan takaburku yang  tidak kuhiraukan. Setiap kalinya kulihat bayangan di cermin, pantulan yang biasa saja. bagiku.

Mungkin, sejumlah para wanita sespupuku, foto-foto muda tante, mak tuo, nenek uci, sepupu nenek, semua wanita-wanita itu, selalu saja sama dengan tampak aslinya. Cantik dan Anggun alami. Namun, mereka semua, tertutup baju kurung yang longgar menutupi seluruh tubuh. Sedangkan kenyataannya, kami saling bersaudara, ada kesamaan satu sama lainnya. Sebentuk hiasan Sang Pencipta, satu per satu ada yang mirip denganku. Senyumku. Lekuk hidung hingga daguku. Warna semu merah muda setiap kalinya aku tersipu malu. Gerai rambut indah yang tebal. Semuanya tertata indah dalam pantulan cermin di setiap diriku menghampirinya.

Ibu menyediakan cermin seluruh tubuh di salah satu sisi kamarku. Sejak hadiah ulang tahun ke-17, waktu aku SMA. Pengganti meja rias yang biasanya dimiliki para gadis. Ibu tau aku hanya suka aerobik di dalam ruangan. Upaya membuat bentuk tubuhku proporsional agar aku nyaman bergerak, agar aku merasa spesial. Hanya berhias seadanya. Bedak tabur setiap habis mandi, bedak bengkoang tiap mau tidur. Selebihnya, memadu-padankan baju yang hendak dipakai. Sejak aku menginjak usia dewasa. Tubuhku cepat menyerupai sosok orang dewasa. Namun, ayunan langkah kakiku hingga raut wajahku tampak cerah dan bahagia. Tugas sekolahku juga banyak. Jarang pergi ke luar rumah. Dan hanya di hari minggu saja aku bebas menikmati hari liburku. Mungkin juga hal ini yang membuat setiap pasang mata suka memandangku.

Dan hebatnya lagi, aku cenderung berpenampilan rapih dan tampak menarik dari atas sampai bawah. Aku tau, beberapa bagian tubuhku menonjol di beberapa bagian, walaupun sudah kututupi. Dan hal ini yang membuat Nenek Aki menceritakan kisah tersebut di atas. Jelang usia 20, belaiu menceritakan cerita itu. Aku sudah kuliah, teman-teman yang kuceritakan juga banyak. Dan kesulitan menjagaku, beliau tau aku sudah kuliah.

Dan tidak seperti jaman sekolah, beliau tidak mungkin bertanya pada teman-teman satu jemputanku yang selalu datang menjemputku. Kegiatan kuliah pun berbeda dengan sekolah. cuma Ocky, Aya dan Macan yang seringnya ketemu.

Nenek Aki bercerita seperti ingin mengaduh dengan baju-bajuku yang bebas. Tidak ada lagi baju seragam sekolah. Tidak ada lagi rok panjang se mata kaki yang aku pakai. Semuanya berganti dengan kaos oblong, sepatu sneaker, celana panjang pas badan, kadang aku pake sack dress selutut.

Setelah ramadhan taun noceng, aku tutup auratku. Mengenakan baju-baju panjang. Dan memperbanyak sack dress panjang, gaun-gaun indah warna-warni hingga Jibab bergaya ibu guru. Mungkin akan lebih nyaman dan terlihat layaknya seorang putri. Aku suka dengan gaun-gaun pesta, dan urusan baju, orang tuaku sangat mendukung. Aku didandani layaknya seorang putri raja. Gaun-gaun cantik hanya tinggal tunjuk. Dan di setiap hari ulang tahunku dan di hari lebaran, selalu saja ada penghuni baru di lemari baju.



{February 21, 2011}   Tanggung Jawab Keuangan

Ternyata..tanggung jawab keuangan  perempuan lebih rumit

 

Perempuan itu bagaikan lebah pada satu sisi, ia pun menyengat di sisi lainnya setelah memberimu madu [diambil dari kisah cerita di Turki]

 

aw..aw..aw.. benar begitukah? Emang, bedanya masalah keuangan antara laki-laki dengan perempuan ada dimana? saya jadi penasaran..

Latar belakang kehidupan sosial dan pandangan di masyarakat sejak dulu yang menciptakan ini. Perempuan seringkali dikondisikan untuk tidak mempercayai kemampuan mereka sendiri untuk menghasilkan uang, apalagi dalam skala besar.

Al kisah jaman peradaban dimulai *referensi dari komik (peradaban) Larry Gonick* cara hidup memperkuat diri adalah dengan bekerjasama antara laki-laki dengan perempuan. Para perempuan memerlukan otak dan pembelajaran. Sebagai mana kisah yang berulang hingga sekarang, tanggung jawab pengasuhan anak lebih membutuhkan waktu banyak yang menyebabkan pembagian peran dalam kehidupan berumahtangganya sangat diperlukan.

 

Mari kita cermati fenomenanya :

1. Perempuan dianggap lebih pandai mengatur uang

point ini sangat menonjol dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Status ibu rumah tangga yang baik dan bekerja sebagai pegawai tentunya mereka dituntut sebagai Manager Keuangan. Mulai dari mengatur uang saku anak, belanja dapur sampe urusan bayar listrik, air PAM semuanya diurusin. Lumayan dituntut kehebatan posting anggaran awal tahun dan laporan tiap minggu. Kalo ngitung bulannya, takut anak ga kepegang dong. Ngurusin ngingetin PR anak, dan lumayan jadi agak cerewet jadinya ya..

 

2. Perempuan lebih stress dengan masalah keuangan

sewajarnya tanpa pengecualian.. perempuan itu tugasnya adalah mengatur dan mengelola uang yang ada tanpa ada beban mencari uang.

Namun, yang terjadi saat ini adalah seandainya terjadi defisit dan masalah keuangan, istri sering jadi sasaran tembak suami. Mikirin anak dan urusan rumah tangga saja udah ribet, sekarang biaya sekolah kan mahal. Kalo membantu bekerja mencari nafkah, perempuan perlu memikirkan biaya pengasuhan – biaya komunikasi dengan anak di rumah, biaya komunikasi si bibi yang ngemong anak, belum lagi kalo dapet kerjaan yang berhubungan dengan palayanan – pastinya mikirin beban biaya penampilan.Itupun dengan catatan : pengasuh ga belagu plus musti sopan sama majikan yang puasa senen-kamis buat ngirit pengeluaran di jam-jam di luar rumah.

Kalo pake si ratu rumah tangga pake  jilbab lumayan hemat. Bisa mix-n-match warna ideal dan model desain ekslusif nyaman di-mix-n-match. Hampir ga kepikiran assesoris tuh.. boro-boro bakal mikirin matching atau enggak apalagi make-up heboh. jauuuuh..

 

3. Perempuan lebih konservatif dalam berinvestasi

Mikirin investasi, para ibu-ibu yang baik, pasti mikirin anakku adalah investasiku. Pendidikan anak menjadi penting banget. Mengamati perkembangannya, menularkan sifat-sifat baik hingga memberi contoh luar biasa adalah motivasi para perempuan ingin berkeluarga. Bagi para wanita, punya anak hebat adalah segala-galanya.

Kalo lagi arisan nih.. ibu-ibu pasti cerita anak. jeng..jeng.. anak saya itu lho, hebat. Pulang sekolah bisa sendiri. Udah saya ajarin pulang ke rumah gimana. Naik kendaraan apa. Nurut apa kata mamanya. Pulang sekolah ga usah mampir-mampir. Saya jadi tenang di rumah. Masakin makanan kesukaan keluarga. Mulai dari main course, pudding sampe dessert udah beres semua.

Nilai-nilai ujiannya bagus. Nggak pake nyontek. dia belajar mandiri. Ngerjain PRnya rajin di rumah. Pagi-pagi ga bikin saya ngomel. Bangun tidurnya on time, temen-temennya juga baik-baik. ga ada yang iseng ngerokok apalagi ngomong kasar. Saya bahagia banget lho ibu-ibu..

Suami saya juga baik banget. Dia beliin rumah gede begini. Kita jadi bisa arisan di sini kan? kan? kan? Sambil nunggu ibu-ibu dateng, saya bisa browsing internet, iya ngeliat perkembangan. Hubungan kami suami-istri akrab. Anak-anak juga ga malu-malu nanya sama orang tuanya. daripada nanya sama orang lain, bisa salah nasehat nanti. Pendidikan dan pemahaman agama penting bagi saya. Kalo anak nanya, mamanya masih pinter kayak jaman sekolah. Ga Gaptek apalagi kuper.

*invsetasi perempuan hebat itu penting. Kata pepatah nih, dibelakang Pria Hebat ada Wanita yang mendukung dan mempersiapkannya. Iya kan?*

 

4. Kebiasaan Belanja yang berbeda antara laki-laki dan perempuan

Udah pegel nih, pulang yuk“. Inilah yang sering dilontarkan suami ketika mengantar istrinya belanja. Sepertinya buka alasan juga ga minta ditemenin seorang pria ketika berbelanja. Wanita itu kalo belanja ga suka langsung beli. Muter sana balik sini, dipikirin lagi beli yang mana. Selain warna yang gue banget, bahan yang nyaman jadi alesan para wanita mondar-mandir kalo belanja. Iya dong.. pembeli harus lebih pintar dari penjual. Ngasi harga selangit, yang dijual barang yang gimana dulu. Kalo masalah harga, kualitas biasanya sedemikian adanya. Cuma, laki aye kan capek nyari uang buat menuhi hobi shopping. Stress di rumah alih-alih muter-muter kalo belanja bisa jadi alesan jalan-jalan berdua doang. Saya ngaku deh, konsep pemataan jalan pulang kita juga payah. Susah inget, gampang lupa. “Kita perlu ditemenin nemuin barang yang worth it tadi itu lho honey”. Udah gitu, ketauan juga suami setia, sabar dan baik hati itu bertahan disamping kita.

Kalo giliran para pria belanja, biasanya tentang hobi dia juga kan? ratu nunggu di rumah aja ya. Tapi inget ya.. jangan beli barang-barang aneh yang menuh-menuhin rumah. Binatang-binatang buas, jangan dipeliharan di rumah. Itu perkakas hobi juga jangan jadi besi tua yang menuh-menuhin gudang juga. Rumah harus lega buat maen anak-anak. Di kebun belakang rumah lebih nyaman daripada di Mall, sayang.. iya kan?



{February 17, 2011}   celebrating what next

visual explaination would help you more easily understand – find or do something *acara shopping beralih ke tempat cetak foto-foto* duilee..hasil cetakan foto gue selangit – narsis abisss.

 

 



{December 18, 2010}   Owl City To The Sky

Shipwreck in the sea of faces,
There’s a dreamy world up there,
Dear friends in higher places,
Carry me away from here,
Travel light let the sun eclipse you,
‘Cause your flight is about to leave,
And there’s more to this brave adventure,
Than you’d ever believe,

***
Birdseye view, awake the stars ’cause they’re all around you,
Wide eyes will always brighten the blue,
Chase your dreams, and remember me, speak bravery,
Because after all those wings will take you, up so high,
So bid the forest a fond goodbye, as you brace the wind and,
Take to the sky,
On the hills of lore and wonder,
There’s a stormy world up there,
You can’t whisper above the thunder,

But you can fly anywhere,
Purple burst of paper birds this,
Picture paints a thousand words,
So take a breath of mist and mystery,
And don’t look back!

Back to ***

 



{August 8, 2010}   Save Yourself

S-A-L-T. kalimat ini saya temukan di sebuah poster film di bioskop. entah mengapa belakangan ini, saya punya keinginan menuggu film-film Angelina Jolie.

Sejak debutnya di Changeling beberapa waktu lalu. Sekitar awal tahun, saya nonton film bergenre action-drama dengan antusias. Kali ini tanpa melihat referensi, saya spontan akan menontonnya.

Sebelumnya saya memandang sebelah mana mengenai artis seksi yang hanya memamerkan tubuh indahnya. Kekuatan cerita yang selalu saya harapkan. Entah untuk sementara atau selalu saya lakukan, saya menginginkan film yang bisa menginsipirasi saya.

Sore itu, saya datang melakukan pembayaran tiket masuk atas film tersebut bersama teman. Cetusan ide mengenai film ini berakibat manis. Saya sangat menikmati suguhan pertentangan mengenai hidup indah bersama sang suami di pagi hari. Percakapan-percakapan manis, dan tentang dunia yang memampakan dua sisi kenyataan sedih-senang, terlena-terjaga, cekatan-siaga. Angelina Jolie (Angie) sebagai agen CIA yang dituduh membelot.

Seorang kawan sesama agen memberitahu, ada mata-mata Rusia yang membutuhkan seorang Angie untuk memancing pertanyaan. Dan akhirnya mereka bertemu. Dari kata-kata interogasi, dan berakhir dengan pernyataan “tertuduh” menyatakan ia mengenal seorang Evelyn Salt.

Pendeteksian ucapan dikontrol dan penyataan tidak berbohong. Namun, aksi penyikapan tuduhan salt membelot memaksa ia untuk membersihkan namanya. Pengejaran agent ini berkisah panjang. Ia selalu ingin bertemu belahan hatinya di mana pu ia berada. Keberadaannya tidak terdekteksi. Hingga aksi kejar-kejaranpun terjadi. salt pergi menjelajahi jalanan berbahaya dan mendapati dirinya selalu tertolong dengan usaha cerdiknya.

Aksi penuh darah dan air mata terjadi berkali-kali. Hingga ia menemui pria tertuduh di dalam sebuah Kamp penyekapan bersama sang belahan hati. Dengan pertanyaan menyayat hati, dijawabnya dengan diplomatis. Akhir cerita sang belahan hati ditembak mati dihadapannya. Cinta itu membawanya untuk tetap tegar. Dan penghianatan yang dahsyatpun terjadi, dia tidak mudah mempercayai orang untuk kejadian-kejadian tersebut, emosi marahnya sangat anggun.

Akhir cerita Salt tertangkap dan melakukan percakapan jika dia tidak sanggup membuat hidup suatu kaum yang terjaga kesuciannya diluluh-lantahkan oleh keserakahan. Dan pernyataan itu ia ulangi dengan sikap cerdiknya yang anggun.

Untuk kedua kalinya, ia mengenang indahnya kehidupan dengan belahan hati dan sanggup meluapkan kemarahannya dengan penuh kelembutan, film ini berakhir dengan pesan “He took everything on me” and “I couldn’t trust anyone who hurts me”



{February 11, 2010}   Mau Tapi Malu

Lagu ini gue suka banget.. Gayanya gue banget. Pemalu. Dan nggak bisa di bilang enggak, semua action yang ada di video klip ini gue bangeth dah. Udah umur segini, kelakuan sama aja sama gita gutawa.

Video Klip ini membantu banget deh. Kalo nggak bisa di bilang, biasa aja buat orang kayak gue sekarang.

Hobinya malu – malu, pertama siy ngeliatin aja. Terus, kenalan, mulai nanya-nanya deh. Rambut segitu, suka sepatu kets, nggak ngenal lagi pake rok atau celana panjang. Pita is every where sampe baju dari bahan jatoh. Kalo warna sukanya yang begitu juga. Walaupun kadang suka eye-cathing, pake warna spotlight pas lagi joging. “Woi, nyolok mata tau!” Ya maap. Sesekali doang kok. Warna spotlight pilihan adalah orange dan itu ada di beberapa benda bawaan aja.

Suatu hari, waktu SMA, ada sodara nyasar nyari alamat. Tukang becak dari pasar, yang jaraknya 3 kilo bisa nganterin ke rumah. Cuma nyebut nama komplek dan si abang bilang, “sodaranya Anggi ya?” huehehe… waktu jaman SD, suka ngajakin balapan naik sepeda siy..

Gue heran, orang rumah, sukanya gue rambut panjang. Mereka bilang biar jadi wanita sejati. Padahal susah ngerawatnya. Nggak gampang dan bosenan. Tindakan jitu alesan potong rambut adalah ngerubah gaya. Gaya suwir-suwir kayak model iklan di majalah, yang disuwir bagian samping ke belakang aja.. cukup repot pas mau diiket. Trus, disaranin biar diratain lagi. hehe.. pas udah di depan HairStylishnya, cemberut, nggak rela mau potong.

Dengan alasan cuma mau creambath dan perawatan, nyesel juga mampir ke salon. Bayarnya lebih muaaahal plus kekerasan pada rambut. Di keringin-dicatok dan nyusahin saat keramas, rambutnya kebanyakan – baknya nggak cukup.

Berlanjut kepada notes lainnya mengenai beberapa jam sesudahnya, di FB.

Danti upload analogi cinta-angkot dan ada dua buah tanggapan. Bukannya basi, gue udah pernah ngobrolin analogi angkot-cinta beberapa tahun yang hampir sedasawarsa. Gue sih pemilih angkot yang nggak suka ngetem dan berpenumpang sedang. Biasanya begitu memang. Urusan terminal deket apa enggak, gue biasanya trayek jarak normal, nggak macem-macem.

Anak ini produktif sekali buat tulisan. Dan keliatan banget support atau ungkapan gemes sama gue. Komentarnya di notes buatan dia banyak sekali, signifikan. Jarinya 10 dan aktif sekali, pikiran dia terhadap lingkungan ‘kami’ ada korelasinya di notes itu.

Danti yang modelnya kayak gitu bisa di maklumi. Dia masih ada hubungan dekat sama saya. Kita kenal dikenali temen sebelah kamar-temen kerja ‘mereka’ atun-adenita-sempet akrab karena aku seringnya ke rumah dia yang ada ibunya yang sakit berat beberapa tahun-awalnya liat sendiri waktu dateng ke rumahnya, trus denger dari guru ngaji. Ikutan temen kumpul-kumpul dan liat sendiri.

Silsilah dengan keluarga Danti-akhirnya diketahui hubungan guru ngaji-ku itu adalah istri dari kakak ipar tanteku. Anak guru ngaji, nikah sama sepupu Danti yang berasal dari mama Danti. Selangkap sudah silsilah pertemuan kita. Satu lagi.. ibunya yang sakit dan dirawat di rumah itu adalah guru kuliah abang gue. Hubungan yang sangat dekat sekali. It’s about Chemistry.

Kalo udah chemistry, gue udah no-heart-feeling lagi. Udah kenal dekat dan cukup memahami dengan sentuhan yang bisa dirasakan masing-masing.

***

Cerita lainnya adalah mengenai Pandora dan efek Morfin yang akan dibahas mengenai that chemistry!! Gue laper, makan malem dulu ah, udah jam 10 malem huahaha… my biologis knock-knock-now.



{February 7, 2010}   Sugar Town

I’ve got some trouble’s but they won’t last…

I’ve got lay right down on a grass,

And pretty soon of my troubles would pass ^_^

cause I’m a su-su-su-su-su-su-sugar town

I’d never have a dog and like me some,

I’d never have a friends and I want it one,

So, I sleep lay back and lay on a sun..

cause I’m a su-su-su-su-su-su-sugar town

Yesterday in brigde Tannasee,

I’de here in of Tallahasses,

but I drop felt on a little me..

cause I’m a su-su-su-su-su-su-sugar town

If I have a million dollar in TEN,

I’d give it to you world and then..

You go away and we spent *^_^*

cause I’m a su-su-su-su-su-su-sugar town

gue nge-fans banget sama Zooey Deschanel di karakter Summer Fin – (500)days of Summer. cantik-cerdas-bahagia



{February 6, 2010}   Interview about “Summer”

Katty Perry – as Summer



et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.