owh.. semuanya tau??!
Sahabat saya yang baik hatinya, marilah kita resapi, bahwa …
hanya menghindari kemiskinan, tidak sama dengan membangun kesejahteraan. Seperti, hanya menghindari kematian, tidak sama dengan membangun kehidupan yang baik.
Atau seperti, Hanya menghentikan keluhan, tidak sama dengan bersegera melakukan yang dapat kita lakukan. Seperti juga, Hanya menghilangkan kesedihan, tidak sama dengan menceriakan diri bagi kebahagiaan keluarga.
Dan seperti, Hanya menghindari kelemahan, tidak sama dengan menegaskan diri untuk menjadi pribadi kuat.
Maka, marilah kita berhenti hanya mengeluhkan kelemahan. Marilah kita tegas mulai menguatkan diri. Kekuatan pribadi menentukan kekokohan hidup. Semoga Tuhan mentenagai ketegasan kita untuk menjadi pribadi yang kuat kedamaiannya, agar kita pantas bagi kehidupan yang kokoh.
lamaa.. juga mencerna statemen ini. Uraian MTGW yang sering ditayangkan di televisi setiap malam akhir pekan, dalem dan seringnya memang terjadi. Namun bagi saya, mencerna ini agak berat. Kadang kata-katanya seperti untaian hikmah. tidak jarang saya seperti mendengar khutbah.
Beberapa banyak orang yang mengeluh mengenai kenaikan gaji sekian banyak orang aparat negara disisi lainnya.. permohonan perbaikan gedung anggota dewan di Senayan, peraturan penghapusan bahan bakar gas? Belum lagi biaya-biaya kehidupan lain tersurat ketika membaca koran online. Globalisasi memungkinkan lintasan berita apapun terbaca. Saya merasa agak terganggu dengan percepatan berita tersebut.
Tidak jarang komunikasi online menghilangkan jarak, ngobrol online sudah dianggap dengan ngobrol tatap muka. Kita ga bisa liat mimik mukanya. kita ga bisa denger intonasi suaranya. kita juga ga tau emosi dia saat ngomong di balik layar itu. Saya hanya membayangkan si orang yang diajak bicara saat bertemu terakhir kali? cukup?
Yang lainnya, pas ketemu papasan. “ah..dia memang begitu, sama saja, ketemu atau tidak” Tapi kan bisa liat gestur tubuhnya. bisa tau bagaimana dia mengucapkan kata-kata yang dia sampaikan. bisa liat ekspresinya. bisa jitak dia juga.
Kalo ga kenal siy.. mungkin ga masalah ya. kalo kenal, pernah ngerasa “dia sombong ih, ga mau ketemu”. kalo perasaan ini terus terjadi, jadi pengen nelfon ga? atau “oh, dia memang sudah berubah” Berubah? karena dia ga ada waktu atau emang males ketemuan?
temenan itu harus deket. aku capek begini T_T