Gloucewriter’s Weblog











{January 3, 2012}   smart shopper

Di sebuah pasar terlihat seorang pedagang kaki lima, sedang berteriak-teriak menjajakan dagangan nya…” Di obral…,di obral..,beli satu dapat dua..! Beli satu dapat dua..! “Teriak pedagang kaki lima itu..” Apa barangnya..? ” tanya seseorang yang kebetulan lewat..” Sepatu..! “

Begitu juga halnya dengan kita penyuka barang bagus. Kalo denger obral murah, diskon 70%, tuh kuping gatel pengen mampir apalagi megang duit lewat  depan gelaran barang-barang itu.  Apapun bentuknya pasar tradisional, convenience store (alfamart, indomaret), warung deket rumah, apalagi pas nyapu depan rumah selebarannya udah diselipin di pager. Alamat ga pake pamit sama buku kas. Boro-boro liat debet kreditnya, pikiran “aaah.. entar bulan depan belum tentu ada lagi kok” – edisi valentine,  edisi liburan, sampe edisi cuci gudang akhir tahun  - faktanya masa diskon itu sering banget..

Pernah kepikiran, kalo being smart shopper itu susah? Ini bukan cuma teori di majalah lho.. tapi Prakteknya juga ga susah..susah amat.. Yang namanya besaran pensiun kata yang udah pensiun, besarannya selalu mengikuti besaran gaji waktu kerja. Kita pasti ga mau kan capek-capek kerja, cuma punya uang dikit langsung ludes? wahai wanita! kalo tidak merubah kebiasaan belanja kita, bisa-bisa anggapan “perempuan hidup lebih lama dan lebih miskin” jadi nama belakang kita.

Satu hal yang pasti, walaupun penghasilan tidak bertambah besar di masa depan, pengeluaran pasti akan terus bertambah besar dari waktu ke waktu. Selain dari faktor harga, faktor kebutuhan di masa depan yang harus dipersiapakan dari sekarang.

Sambil berdoa biar predikat makmur di hari tua, tips efektif menabung berikut ini bisa ditiru :

1. menabunglah di awal bulan, langsung sisihkan uang di awal bulan. Jangan menabung dari uang sisa. kebanyakan dari  kita kadang lupa atau malah beranggapan “nemu uang nih, lumayan..” (menabung di awal bulan penting banget di bank) cobaannya banyak..

2. Biar sedikit asal konsisten. Ga usah menunggu penghasilan besar baru mulai menabung. Kita bisa saja memikirkan bahwa saat penghasilan kita besar, kita bisa menabung lebih banyak. Syiapa bilang saat penghasilan besar bisa nabung lebih besar? godaannya juga besar.

2. Hobi arisan juga oke. Karena arisan punya prinsip menabung bersama beberapa teman dan urusan kumpul-kumpul sama temen teteup terfasilitasi. Menabung dengan tema arisan, bisa jadi ajang sharing juga. biasanya sharing ini adalah ngomongin hobi, atau hal-hal yang diinginkan bersama oleh sebagian kita. berlibur bersama, atau mau niat masing-masing juga boleh. yang penting nabungnya sabar.

3. Nabung dengan niat investasi, bagus banget. karena dengan niat investasi,  usaha membuat tabungan berlipat, dan rencana di masa depan lebih terencana.  Alasannya, gue dipaksa nabung. Investasi dengan bikin deposito juga oke. Kita bisa milih mau berapa tahun dan seberapa besar kita akan menyisihkan tiap bulannya.

4. Lebih awal lebih baik. sekali lagi ya.. nabungnya pas awal menerima uang. Anggep aja, jika tidak menabung lebih awal belum tentu kita punya barang yang kita mau beli “suatu saat nanti” (rumah, mobil, dll)

Yang bikin hati galau pada barang-barang oke adalah membeli sesuatu karena keinginan bukan kebutuhan . Artinya jauh beda. Hasrat membeli berdasarkan kebutuhan itu adalah membeli untuk sesuatu yang benar-benar kita perlu. Dan kalo ga beli, ga ada benda lain yang bisa menggantikannya. kalo demi keinginan karena harga oke, apalagi kalo sampe ada istilah “aduh.. tuh barang gue banget” keadaan begini udah susah. tiba-tiba tercetak tulisan angka 40% + 30% makin galau tuh!

Taukah Anda mengenai trik diskonseperti ini? Beberapa pusat perbelanjaan memanfaatkan kekurangtelitian konsumen. Inilah yang dinamakan sebuah strategi penjualan syarat dan ketentuan yang berlaku, begini rumusnya :

Suatu hari saya berjalan-jalan melewati etalase sebuah pertokoan. Obral gede-gedean.. begitu tawarannya. “Diskon Ganda!! trus ada tulisan diskon 40% + 30%”. Keramaian bertambah sesak, suara penjual pada sebuah toko kenceng mengajak orang-orang yang lewat untuk mampir. Melihat spanduknya saja.. pembeli langsung tergiur, diskonnya gila! 70%, begitu gumamnya.

Jika sebagian Anda berpikir diskonnya 70%, selamat Anda telah tertipu. Kalau sekilas, sepertinya diskonnya memang besar sekali, sampai 70%, yaitu 40% + 30%, apa betul sebesar itu? SPGnya kadang jarang nongkrong juga tuh.. ga sempet tanya siapa-siapa, langsung bayar di kasir.. seruwww…

Ternyata aturan mainnya, setiap pembelian barang tertentu  akan mendapat disko dua kali. Coba liat lagi deh tulisannya. Pertama, pembelian akan didiskon sebesar 40%, setelah itu jumlah bersihnya didiskon lagi sebesar 30%. Dengan mudah konsumen akan mengganggap bahwa diskon yang di tawarkan hanya 58% saja. Begini cara menghitungnya :

Diskon #1 (dari harga asli 100%) : 100% x 40% = 40%

Diskon #2 (dari harga setelah diskon #1 : 60% x 30% = 18%

total diskonnya =58%

yang heboh lagi adalah saat diskon, kita ditawarin juga “bisa dibayar dengan menggunakan kartu kredit”.

::fantastis:: owh..waw..

tiba-tiba saat tagihan nyampe rumah, istilah “tagihan apa aja nih?” bisa bikin manyun.. atau kapok keluar masuk mall? Jadi, smart shopper is picky person. Milih-milih barang sesuai kebutuhan aja



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.