Gloucewriter’s Weblog











{May 30, 2012}   bos bersahabat

sudah setahun yang lalu doaku terkabul. Saya sangat tidak nyaman dengan si mulut. Perlakuan manis memang banyak disukai orang, namun aku sering dibuatnya diabetes jika aku tidak menurutinya. Dan perlakuan otoriter sungguh tidak aku dekati karena aku bukan anak kecil ingusan.

Sambil nyubit tangan sendiri *saya alergi, makanya saya ingusan* Saya sudah berkali-kali bilang, asep rokok itu yang bikin saya tidak betah. Sering sekali waktu efektif bekerja saya adalah malam hari *waktu ngantor kan pagi sampe siang plus asep rokok*. Dan sebenarnya ini terjadi bukan hanya sekali dua kali, mengganti-ganti waktu kerja – saya menjadikan waktu berharga menjadi sangat berharga sejak dahulu. Udara dingin yang menyesap melalui jendela kamar menyeruak itu yang saya suka. Kepala dingin dan udara segar membuatku lancar berkarya.

Dari pola komunikasi, saya menyukai komunikasi horizontal. Penggunaan bahasa sederhana dan dua arah yang diperlukan untuk cross-check. Saya suka bertanya dan mudah sekali menyampaikan ide-ide briliant. Dan orang-orang yang beruntung itu, bersamanya saya tertawa bersama, melewati hari-hari tanpa peduli pada jam hingga dalam hitungan bulan saya merasa yakin apakah dia memang teman yang baik tanpa aku memintanya.

Dan sebagian besar kejadian ini, saya adalah seorangnya penunda kelas berat. Dan saya benar-benar punya masalah dengan waktu yang berlalu dan tidak bisa diminta untuk kembali, kemudian saya menyesalinya dengan bekerja keras di waktu santai walaupun tertekan.

Cara yang seharusnya saya lalui adalah  Membangun gambaran mental yang jelas mengenai pekerjaan yang akan segera selesai dan perasaan saya yang sudah berangsur baik.

Image

Secara bentuk fisik, sudah jelas saya wanita sejati. Tapiii pola pikir saya yang seperti pria, saya berpikir praktis dan selalu mengandalkan logika. Nggak ada dalam kamus saya untuk menye-menye, makanya kadang saya terlihat egois dan ga peduli dengan keadaan sekitar.

Namun dibalik faktor feMale, saya punya antusiasme yang tinggi untuk memperoleh apa yang diinginkan. Apalagi saya tidak ragu dalam mengutarakan pendapat saya  jika mengganggap benar pendapat itu, walaupun nanti memicu masalah. Biasanya saya meredamnya dengan banyak senyum dan tolerasi terhadap beban kerja. Selama saya ngerti, saya akan mengerjakan sepenuh hati, sering dateng telat dan punya banyak teman di banyak instansi dan gedung-gedung sebelah-sebelahan di Komplek LIPI mana pun.



{May 26, 2012}   majalah baru

Image

 

dua hari lalu (May, 23), istrinya tukang majalah langganan nawarin, “mbak ada majalah baru” sambil nunjukkin majalah yang pas lagi ada bonus dengan harga yang sama. Bonusnya Stylish Wedding.. Uwiiii~ pernikahan.

 

Asik nih nikah, ngajakin siapa ya? heh..ehe.. gue mah jujur, yang ngajakin pacaran tuh

yang dosa hahaha.. (cowok-cowok yang denger bisa lari serius) nih anak ngadu nyali apa serius minta disamper? Jawaban jujurnya siyyy pikirin aja ndiri!! Ngapain siyy kenalan lama-lama? serius deh.. prinsip cowok sejati itu : liat-kenalan-suka-lamar! cuma, spesiesnya masih dikit. Rata-rata kena ambisi kapitalisme – hitungan materialistis – positif mikirinnya. Jadi usia kematangan 27 tahun, biasanya mereka mulai mikirin.

Gue siy sebagai cewek, cuma bisa mancing. Mancing tapi ga pecicilan. Biasalah~ jadi normal jadi diri sendiri gitu. Otentik itu misterius tau.. kita kalo kenalan biasanya suka ngasi liat yang bagus-bagusnya kan? Dan kalo ngomong diperhalus biar ga gampang kabur pria oke yang jadi suka nempel. Cuma, kalo gue kok makin aneh kalo dibuat-buat. selain ga bisa bo’ong, muka jutek ga bisa ditutup-tutupin nih. Ke saya mah, yang serius-serius aja. Jangan harap saya muji-muji fisik ya? Kerjaan bener, saya puji deh, atau sikap baik bisa bikin saya bertahan. 

Yang parah siyyy, saya sering ga “ngeh” apa itu pe-de-ka-te? apa itu flirting-flirting? yang gitu-gitu bikin saya risih.. Kalo risih, biasanya saya jadi sensitif. Parah lah~ sangking “perhatiannya” saya sama “ngorek-ngorek” kenapa elo bikin “risih” dan ujung-ujungnya cuma bilang, “gue ga usah dibully deh! dari awal gue juga ga suka sama elo.” sambil ngeloyor dan ga liat ke belakang lagi ;p

 

*kok ya, malah curcol* curcol apa pengakuan nih? huahahaha… yang penting cover majalahnya nih.. bikin gue menarik. Siapa siy si smart career girl kali ini? sekilas tipe cewek yang smart-career-keren versi gue. Mari kita liat ya.. Christina Ricci, si cewek anak pemain film Penelope. Gadis berhidung Babi yang jadi malu banget kena kutukan. Dan kutukan itu bikin dia sadar secara personal juga kayaknya. “how wierdo she is that decade.” waktu remajanya, dia pernah dapet gelar Young Artist Awards for Best Young Actrees in A Supporting Role Motion Picture – dia memang tidak punya selera humor dan banyak orang yang membencinya. Tapi, katanya lagi, Ricci tidak pernah menyesali masa lalu, saya tidak mau berubah menjadi orang lain! ew~ *keren banget versi gue*

 

Dia ga cuma punya prinsip selangit, tapi berprestasi betapapun dia dibenci banyak orang.. itu si anomali orang sukses. Kalo dibenci berarti ada sisi negatif dia yang seharusnya (seandainya prinsip hebatnya) dia jadi fokus dalam mengembangkan diri. Dan hal ini memang tidak sulit. Sindiran orang itu, menurut saya, sangat mengganggu fokus. Kita jadi gamang memilih, gamang bersikap. Namanya berhadapan dengan orang lain ya.. secara tidak langsung dilema ini jadi *butuh energi luar biasa* passion ke sini, dilematis dan berusaha fokus-single-fighter itu hebat!!

 

artikel lainnya mengarah ke True Love Checklist! makin seru khaaan? akhirnya siang menjelang sore dibeli juga. *kepikiran mulu* ada benernya ditawarin. isinya lagi butuh banget. mulai dari Cover Girlnya udah lama ga denger denger kabar kaburnya. “smart magazine for career girl” pas ngasih asupan ciamik buat seduhan sore. fashion, bincang kesehatan milih sepatu sampe cara melihara pashmina koleksi gue yang makin menumpuk. sesuai dosis lah~



{May 21, 2012}   kisah pensil dan penghapus

Pensil : Maafkan aku.

Penghapus : Maafkan utk apa? Kamu tdk melakukan kesalahan apa2.

Pensil: Aku minta maaf krn telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu ada utk menghapusnya. Namun setiap kali kamu menghapus kesalahanku, kamu kehilangan sebagian dr dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil setiap saat.

Penghapus : Hal itu benar. Namun aku sama sekali tdk merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta utk melakukan hal itu, utk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari nanti, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan menggantikan diriku dgn yg baru. Aku sungguh bahagia dgn perananku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tdk suka melihat dirimu bersedih.

seringkali saya melihat kejadiaan ini dalam hubungan orang tua dan anak. Anak dianalogikan sebagai pensil yang penuh keinginan untuk membuat coretan tak beraturan. Setiap kejadian membuatnya bersemangat untuk malakukan sesuatu, walaupun sebuah kesalahan sekalipun. Dan satunya adalah analogi penghapus – kita sebut saja orang tua kita. Dalam keadaan apapun, orang tua selalu saja bilang, “saya akan bahagia, anakku. tidak ada yang perlu kau risaukan. Semuanya akan bahagia ketika aku melihatmu bahagia”.

Ketulusan orang tua membuat senyum manis dalam keceriaan anak-anaknya. Taukah kalian para anak? kita jadi tidak lagi khawatir senadainya berbuat kesalahan, karena betapapun kesalahan itu, orang tua akan memaklumi, beliau akan pasang badan tanpa diminta. “Kau memang tidak tau sayang, makanya segala kejadian akan membuatmu terus belajar dan tidak melakukan kesalahan sama lagi, iya kan?” sambil memberi penegasan, orang tua juga memberi contoh yang baik kepada anaknya.

Namun, sang anak pun tak kuasa membiarkan orang tua terkikis oleh rasa bersalah. Dia akan mempersembahkan karya-karya indahnya. Kesalahan tidak membuatnya lantas saja terjerumus. Para anak akan membangun keindahan rasa tidak mau kehilangan para orang tuanya menjadi sesuatu yang membanggakan. Entah prestasi yang cemerlang agar  bisa dibanggakan atau rasa persahabatannya yang indah karena telah dilahirkannya ke dunia ini. Dan hingga saatnya nanti “penghapus” akan pupus menemui ketiadaannya dan berganti “teman hidup” baru pada akhirnya. Namun, tidakah “penghapus” selalu ada dalam perjalanan hidupnya. Seraya pensil “berdoa”, “Ya Tuhanku, ridhamu adalah ridha orang tuaku. Kutuliskan semua rencanaku agar kau tunjukkan aku bagaimana caraku berbakti dalam setiap kesalahanku. Dan berikan aku penggati yang terbaik atas perbuatanku, menurutmu atas rencana-rencanaku dahulu.”

Image



{May 17, 2012}   H-I-D-U-P

Hidup itu bukan tentang mengumpulkan nilai. Bukan tentang berapa banyak orang yang menelfonmu dan juga bukan tentang siapa pacarmu atau orang yang belum kamu pacari.Bukan tentang siapa yang telah kau cium, olahraga apa yang telah kau mainkan, atau pemuda atau gadis mana yang menyukaimu. Bukan tentang sepatumu, atau rambutmu atau warna kulitmu atau tempat tinggalmu atau sekolahmu. Bahkan juga bukan tentang nilai-nilai ujianmu, uang, baju atau perguruan tinggi mana yang menerimamu atau yang tidak menerimamu. Hidup bukan tentang apakah kau memiliki banyak teman, atau apakah kau seorang diri. Dan bukan tentang apakah kau diterima oleh lingkunganmu. Hidup bukan tentang itu.

Image

namun, hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan kau sakiti. Tentang bagaimana perasaan tentang dirimu sendiri. Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli, dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kau katakan dan yang kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tidak bisa digantikan dengan cara lain. Hidup tentang pilihan-pilihan itu.



{May 13, 2012}   jawaban anggun..

Merindukan Ibu yang suaranya lembut di ujung telepon.

“Kapan kau mau pulang, pulanglah.. Jika belum dapat uang, tidak apa-apa asal ada uang pulang. Di sini ada banyak makanan. Ibu sedang membuatkan banyak masakan kesukaanmu. Uang makanmu bisa diperhitungkan atas ongkos penjalanmu nantinya, Pulanglah Nak.”

Aku merasakan hal yang istimewa dengan hadirnya sosok Ibu dalam hidupku. Ibu seorang perawat apotek hidup dan pemilik kebun bunga di waktu kecilku. Beliau menyiram dan merawatnya di taman hatiku. Dia juga suka menulis perasaannya dalam buku harianku, saat aku belajar menuliskan semua perasaanku padanya, tentang hidupku dan hidup yang kita lalui bersama. <status, 13-05-2012> Dilikes Anggun,


Maksudnya pulang dengan ‘seseorang’ juga :) pasti lebih seneng <om Dedy>

hadeeeeh~ om Ded. “smash”-nya telak sekaliii.. tapi di”bounch balik” – ‘seseorang’ itu sedemikian khawatirnya dengan perjalananku. jadiii apa salahnya aku memperkenalkan dia pada ibu, kali aja emang mantu yang ditunggu :D )) berjalan di dunia ini tidak enak jika hanya berjalan sendiri hihihi… <anggi>

‎….

Tabahkan hatimu sekeras baja,
Yakinlah semua yang ada padamu
Kuserahkan untuk mu setulus hati ini
Seiring doa didalam dada,

…. <anggun, 13-05-2012> gue likes juga

[anggun mengukir janjinya. Dia perhatian sama gadis yang perasaan dia perhatikan]. saut-sautan status ini hanya berselang semenit dua menit. Dan aku rasa kita udah ada ikatan. setibanya dia di Jakarta, kita akan segera bertemu. bertemu saling mengungkap rindu..

 

dalam waktu pertama di selang hari berikutnya, kututup status itu

 

kutuliskan ini untukmu. lalu kupergi sejenak untuk memungut setiap serpihan suara rindu yang kaucecerkan di sepanjang jalan. bacalah bila rindumu meluap.
kutuliskan ini untukmu. ketika gelombang suaramu menyerah pada dimensi jarak dan waktu. balaslah ketika merpatiku singgah di tempatmu.

 

kutuliskan ini untukmu. jumlah helainya tak sebanding dengan jumlah helai rindu yang kukirim melalui ayatayat dan doa.

 

kutuliskan ini untukmu. dalam benak beralaskan sosok seorang ksatria. dan dia datang sebagai balasannya :) <15-05-2012>


love you, honey :*



Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu.

1. Ayahnya

Jika seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan shalat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dangan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

Duhai lelaki yg bergelar Ayah, bagaimanakah keadaan anak perempuanmu sekarang? Apakah kau mengajar shalat dan shaum (puasa) padanya? Menutup aurat? Pengetahuan agama? Jika tidak terpenuhi, maka bersedialah untuk menjadi bagian dari Neraka.

2. Suaminya

Apabila suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas. Membiarkan istri berhias diri untuk lelaki yang bukan mahramnya.

Jika suami mendiam istri yang seperti itu walaupun suami adalah orang yang alim, suami adalah shalatnya yang tidak pernah bolong, suami adalah yang shaumnya tidak pernah lalai. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam Neraka.

Duhai lelaki yang bergelar Suami, bagaimanakah keadaan istri tercinta sekarang? Dimanakah dia? Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau jaga mengikuti ketetapan Islam, maka terimalah keniscayaan yang kau akan sehidup semati bersamanya hingga Neraka.

3. Saudara Lelakinya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh pada saudara lelakinya (kakak, paman). Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik atau keponakannya dibiarkan dari ajaran Islam, maka tunggulah tarikan mereka di akhirat kelak.

Duhai lelaki yg mempunyai saudara perempuan, jangan hanya menjaga amalmu dan melupakan amanah yang lain. Karena kau juga akan pertanggungjawabkan diakhirat kelak.

4. Anak Lelakinya

Apabila seorang anak laki-laki tidak menasehati Ibunya perihal kelakuan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Bila ibu membuat kemungkaran, mengumpat, memfitnah, mengunjing, maka anak itu akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dan bersama menemani ibunya di Neraka.

Duhai anak lelaki, sayangilah ibumu, nasihatilah dia jika bersalah atau lalai. Karena ibu juga insan biasa, tak lepas dari melakukan dosa. Selamatkanlah dia dari ancaman neraka, jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi teman di dalamnya.

* * *

Betapa hebatnya tarikan wanita. Bukan saja di dunia, tapi juga di akhirat yang tak kalah hebat tarikannya. Maka, kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, saudara atau anak harus memainkan peran mereka dengan baik.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(Surat At Tahrim : 6)

 

***Image



{May 13, 2012}   A Message of livelovelife

Image

A Message for Ben – Tom Witte

 

Coming of age in this dangerous world is a dauntingly, difficult thing.

How will you live up to the promise of what the future will bring?

You’ve shown by example that God has plan.

For helping this old boy become a young man.

 

We encourage you, Ben, to accept every challenge.

With strength and conviction, with patience and balance.

Be truth, be gentle and always forgive.

Through compassion you learn how to live and let live.

 

Take adventure with eyes open wide.

To steady the journey, travel often inside.

Seek poetry, passion, beauty, and art.

Keep magic and wonder tucked close to your heart.

 

Celebrate failure with just one more try.

Be mindful of the riches that money can’t buy.

Be grateful for wealth, but know what’s at stake.

And give back to the earth, always, more than you take.

 

Plant gardens, feed pigeons, walk softly through snow.

When you nuture all life, you help yourself grow.

Be childlike, laugh often, and share every joy.

Honor the man, remember the boy.

 

Cry at sad movies and when you feel grief.

Tears are the heart’s way of bringing relief.

Learn from your pain, it will help make you wise.

Above all, remember that love never dies.

 

Then, at the end, as you walk your last mile.

Looking back on your life with a well-deserved smile,

Recall all the faces that helped light the way,

Give thanks for their love and remember this way,

Give thanks for their love and remember this way.

 



{May 3, 2012}   Hijabku

Bismillahirahmanirahhim

Alhamdulillah, kami dapat menghadirkan buku yang penuh dengan hikmah ini, yaitu Wanita Mengapa Merosok Akhlaknya, ke hadapan Anda

Disadari atau tidak, pada zaman ini telah terjadi perubahan tata nilai kehidupan manusia, baik berwujud modernitas maupun pluralitas. Akan tetapi, ekses yang ditimbulkan dari wujud-wujud zaman tersebut lebih banyak pengaruh negatifnya dibandng positifnya.

 

Ew~ menohok. Entahlah, mengapa akhirnya buku dengan judul tajam setajam syilet ini mampir dihadapanku. Hmmm sebenarnya aku yang menghampirinya. Saya mengaku. Siang itu saya bersama kakak perempuan cantik – lagi-lagi aku ngaku-ngaku miliknya – pergi ke toko buku menemaninya.

Syafitri, kusebut namanya. Sejak sebulan ini, aku jadi dekat dengannya. Usianya, seumur dengan abangku. Mereka mungkin tidak pernah saling kenal, namun kesamaan usia mereka, aku menjadi sangat dekat dengan Kak Fitri, aku memanggilnya. Rumah kita terpisah oleh jalan dan lapangan bola yang sangat besar. Di hook lapangan bola itu, biasanya kita saling tegur. Tegur sapa ini, seiring dengan langkaku untuk berjama’ah di mesjid komplek kami. Dan saya seringnya mengenakan baju asal-asalan, yang penting sopan dan sering juga mengenakan mukena lengkap dengan sarungnya. Alasan malu karena tidak berpakaian baik dan rapih, kututup saja bagian tubuhku yang membahayakan pandangan orang.

Selesai bulan puasa di separuh usiaku akhil baliq, aku berniat pake jilbab. Entah karena budaya keluarga atau saya merasa teduh dengan memandang mereka. Usiaku 20 tahun saat itu. Seluruh saudara kandungku laki-laki. Aku ditakdirnya menjadi satu-satunya. Namun, kedua orang tuaku memberikan seluruh pengaruh wanita manis, bisa dibilang berwajah teduh, sopan dan perkataan-perkataan menyejukkan. Saat itu bertepatan dengan liburan semester. Aku rindu mengenakannya, sejak kelas 4SD, aku merasa menjulang tinggi dan cepat dewasa dengan ukuran tubuhku.

Dan ibu menasehatiku, “kalo pake jilbabnya sekarang, nanti ga bisa renang lagi..” dan aku mengiyakan. Aku suka sekali main air. Entah karena tidak berkeringat saat olahraga atau seringnya aku pergi bersama abang kesayanganku? Dan aku hampir saja lupa dengan niat mengenakan baju tertutup.

Aku rutin menggunakan baju seumuranku, kalau ke rumah nenek dan ke mesjid, pakaianku lengkap. Dan sejak keinginan baik itu ada, jika ada yang datang ke rumah, aku selalu saja repot menggunakan jubah. Ukurannya, longgar, tangan panjang dan menutupi lekuk tubuhku. Hanya rambut panjangku yang terurai selengan saja yang terlihat. Setelah orang itu pergi, aku melepaskannya, dan mulai menampakkan baju dinasku agar dapat bergerak bebas.

Di toko buku, aku membuka lembaran-lembarannya satu per satu. Wanita oh wanita.. betapa banyak peraturan buat kami. Namun, adabnya memang begitu selama ini. “Sebagai seorang ibu, dia harus menjadikan anak laki-laki sebagai pria sejati. Membiasakannya dengan perbuatan dan sifat-sifat mulia, menanamkan dalam jiwanya sifat sabar, tekun, serta cinta kepada agama dan tanah air.

Sedangkan dalam diri anak perempuannya, seorang ibu juga harus mampu menanamkan sifat kewanitaannya yang lemah-lembut, akhlak mulia, kepribadian yang bersih dan mempunyai rasa malu.

Pantas saja, pria-pria dirumahku tampan. Mereka memuliakanku dan sabar. Setiap hari aku diantar dan dijemput. Mau kemana-mana ditemenin, kecuali mereka ada urusan. Kalau saja aku mau main, selama mereka juga suka, kita selalu bersama. Kalau ada temenku yang datang, seringnya mereka saling berkenalan, dan menjadi kumpulan teman bermain juga.

Sedangkan sepupuku yang perempuan, mereka bersahabat denganku. Mereka setia dalam menemaniku. Lembut dan jarang sekali teriak-teriak kayak kenek metromini. Dan yang mengherankan, pakainya Putri Anggun dari atas sama ujung kaki jadi fenomena tersendiri. Menyenangkan jika dilihat tetapi tetap sederhana. Jarang sekali terlihat mengenakan assesoris. Dan ga keliatan repot. Sederhana namun sopan.

Kak Fitri tidak terlihat. Mungkin ada di rak buku lainnya. Saya melanjutkan membalik-balik halaman lainnya. Takwa adalah sumber kebahagiaan serta pangkal dari semua kebaikan dan keberkahan. Taqwa menjadikan manusia sebagai tempat bersemayam keutamaan dan sumber kasih sayang dan keadilan. Kalimat Rabbukum ‘Tuhanmu’ mengisyaratkan kepada penyebab ketaqwaannya manusia karena Tuhan adalah pemilik segala nikmat, kecil maupun besar. Tuhanlah yang menyebabkan manusia dapat memiliki sesuatu. Tuhanlah yang mendidik, membimbing, dan memberi rizeki. Karena itu, manusia berkewajiban  sekali untuk takut kepada azab dan siksaan-Nya serta mengharap pahala dari-Nya.

“Udah deh..pake aja jilbabnya” begitu gumamku. Dan kapan atau gimana-gimananya, liat entar. Lagi pula, kumpulan bajuku sudah 2 lemari sendiri. Dan ada baju ibu yang bisa dipinjam. Ukuran badan kita sama. Paling, ada berbeda antara bahu dan pinggul saja. Namun kenyatannya tetap nyaman dan tinggal memilih motif yang aku suka.

“Anggi, sudah dapet bukunya?”

Tanpa berpikir panjang, buku karangan Ukasyah Athibi itu terbawa hingga ke meja kasir. Kak Fitri juga membeli beberapa buku. Saya beli satu saja, lagi pula, jarang sekali saya membeli buku 427 halaman. Karena saya cepat sekali mengantuk melihat deretan tulisan tanpa gambar. Dan sekalinya membaca, cepat sekali saya tertidur. Dan sentuhan Nek Aki bilang, “kalo ngantuk tidur ke kamar, gih!” hee.. agak nekat emang beli buku ini. Saya penasaran dengan sinopsisnya. Emang Akhlak yang Merosot itu seperti apa siyyy? Kayak rok aja, merosot?

Di perjalanan pulang, buku tebel itu mengilhamiku untuk segera berhijab. Puasa 7 hari sudah, ba’da magrib ada lebaran ketupat di Mesjid. Kak Fitri nih, udah bungkus-bungkus kado buat door prize. Saya juga mengahadiahi buku setebal kamus untuk diriku sendiri. Dan besok pas pergi ke kampus, akan ada anak DKV’99 yang pake jilbab. Kejutan oke! Begitu gumamku. Dan yang pasti, satu semester saja mereka mengenalku pake jins belel, kaos oblong dan sendal jepit ke kampus. Ganti semester, ganti tampilan. Yey!

Magrib itu, Nek Aki yang pertama kali bilang, “wah, bagus..bagus..” sambil ngangkat 2 jempolnya. Kenapa ya? bukannya biasanya begini. Beliau bilang, kali ini udah rapet. Dan saya senyum-senyum saja, sambil pamit cium tangan. Assalamu’alaikum. Begitu kata perpisahanku. Buka pintu rumah, dan buka pintu pagar, saya langsung ngeloyor pergi ke mesjid mau makan enak. Kak Fitri akan bilang apa ya? he.. liat Entar~

Ada kak Amah, ada kak Upi dan Kak Fitri yang biasanya udah nunggu di mesjid. Sepedaan sore-sore tadi ga sempet, udah capek jalan2 ke toko buku. Dan ketetapan hati yang penting.

“Eh..Anggi, udah rapet.” Kak Amah yang bilang duluan. “Subhanallah” kak Fitri sambil mengaminin tampilanku berserta kedua tanggannya. “bener nih, gi?” sambil agak kikuk malu-malu, saya bilang, “cocok ga?” sambil memutar dan bergaya ratu pesta, aku ingin memperlihatkan dari depan hingga belakang. Pakaian Taqwa. Halah~ kayak serius aja (ngomong asal). Iya nih, mulai hari ini. “bener ya.. ga dicopot lagi? Udah cocok.” Sambil meraih kedua tangan kan Fitri, aku bilang, aku udah baca bukunya. Yang tadi sore..

Sejak pergantian waktu, saat itu, saya mengenakan baju panjang tertutup, lebih dari lutut dan hanya menyisakan telapak tangan serta wajahku tanpa sembulan rambut. Kalo ga begini, akhlaku ga akan berani. Layaknya test drive mobil, harus berani dulu, keyakinan ngikutin nantinya. Dengan tampilan tertutup begini, ga akan ada yang siul-siul saat aku lewat. Dan ga ada lagi ucapan “salah nikung” yang kukira ucapan salam manis buat cewek manis.

Pergi-pergi juga jadi aman. Kalau Anda sopan, Kami segan – slogan yang ada di Metromini jadi berlaku. Ga rugi pokoknya. Paling ada yang sedikit sirik aja. Saya akan punya baju baru. Dan gaya baru. Gaya baju tumpuk-tumpuk ala japanishiro akan masih ada, tapi ukuran panas di Jakarta, lumayan anget. Yang lainnya, kalo nanya, nanti dijawab deh~

Bulan itu pun berlalu. Saya sudah mulai terbiasa. Dan akan segera menggenapkan usia 20 tahunku. Nek Aki sudah tidak ribut lagi mengenai akhlaku yang seringnya nyelenek. Sudah agak aman, sudah pakai jilbab dia sekarang. Dan sepulangnya dari bandung, abang kesayanganku ujian akhir. Mau beli baju juga sebenarnya. Kota fashio kayak bandung, pasti ada yang “lucu-lucu” modelnya. Sambil bawa belanjaan kayak ibu-ibu baru pulang dari pasar. Saya pulang ke rumah. Kita pesta makan besar, berdua aja sama Nek Aki. Dan keesokan harinya, orang tuaku juga dari luar kota, selama aku pergi ke bandung, 4 hari kerja.

Adikku minta gambarin anatomi. Jam 2 pagi, saya sudah melek buat gambar-gambar. Besok kuliah jam 2 siang. Hoaaaah~ sret..sret.. morning sickness. Sambil menunggu subuh, saya melukis liuk garis anatomi pencernaan sesuai permintaan. Dan terdengar suara pintu kamar Nek Aki, sudah hampir subuh ternyata. Saya ingin rebahan sebentar. Biar agak dingin tubuhku. Selimut bambu ini, menyejukkan. Rebahan 15 menit saja, pikirku.

Sudah 10 menit, kenapa suara pintu kamar mandi ga ada bunyinya, ya? Suara pintu kamar ibu terbuka barengan pintu kamarku. Ibu mau ke kamar mandi juga pikirku. Dan tak lama, suara ibu memanggilku, “Ayo cepat ke sini!”. Aku berlari dan aku mendapati Nek Aki sudah selonjoran di sudut kamar mandi di samping bak. Aku meraba wajahnya, aku lap cairan putih dimulutnya.

Sambil berderai air mata, kami mengantarnya ke Rumah Sakit. Dan dokter bilang, untuk dioperasi, gula darah bapak sangat tinggi, keberhasilannya hanya 50%. Cukup 3 hari saja beliau akhirnya pergi. Dan Aku mendapati jibabku sebagai kado termanis dari sapaannya sebelum pergi untuk selama-lamanya. “Bagus..bagus..sambil mengangkat 2 jempolnya” begitu hadiah ulang tahunku. Dan kelipatan ketiganya di perpisahanku, aku selalu mengenangnya. Langkah berani untuk masa depanku. Di waktu yang sama, saya tidak lagi menatapnya lama. cukup memandangnya beberapa detik, aku siap melangkah untuk langkah-langkah baru :) Image



 

“Wahai para lelaki, sesungguhnya apakah kamu mengetahui dengan benar hati seorang wanita? 
Tidakkah engkau selalu bertanya, kenapa seorang wanita selalu mudah menangis, sensitif, dan manja?”

Sesungguhnya kami tidaklah sepenuhnya seperti yang selalu engkau gambarkan, wahai laki-laki. 
Dimatamu, seorang wanita adalah sosok yang cengeng, manja, sensitif, egois.

Sesungguhnya, bukankah sebagian kecil dari hal-hal tersebutlah itulah kami ada untuk menyeimbangimu, wahai laki-laki. 

—————————————————— 
“Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, Kecuali di depan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah”

“Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, Hanya jika dia sangat menyayangimu, 
Tiada lagi rasa egonya”

“Dia menangis bukan karena dia lemah, Dia menangis bukan kerana dia menginginkan simpati 
atau rasa kasihan. Dia menangis, Karena menangis dengan diam-diam sudah tidak mampu bagi dirinya”

——————————————————— 
Laki-laki…., Hati seorang wanita itu…

Sensitif 

Wanita memang lebih sering dikenal karena sifatnya yang sensitif. 

Bukan hanya karena dia sedang datang bulan. Bukan bermaksud karena ingin merajuk, 
tapi mereka hanya ingin bermanja dan mendapatkan perhatian.

Halus 

Ibarat sehelai sutera, cantik, mulus, lembut dan mudah tercarik dan koyak. 
Walaupun seorang wanita memaafkan seseorang yang lain atas sebab kesalahan, 
biasanya WANITA akan ingat kesalahan tersebut untuk disimpan jadi pengajaran
Bukan DENDAM.

Ikhlas 

Jangan pernah engkau ragukan Ikhlas-nya seorang wanita. 

Manja 

Walaupun dia adalah seorang WANITA yang pandai berdikari, 
naluri seorang WANITA masih lagi tetap seorang WANITA. 
Suka bermanja bukan hanya kepada insan yang bernama LELAKI , 
namun juga sesama kaum.

Ego 

Wanita yang terlalu sayang akan kekasihnya sanggup menolak ketepi EGOnya 
apabila bertatap muka dengan orang yang dia cintai.

Perhatian 
Tanpa kami sadari, seorang wanita akan memperhatikan sekeliling dalam diam. 
——————————————————–

Laki-laki… 

Engkau tahu kalau wanita diciptakan dari tulang rusukmu. 
Karena itulah dia selalu menjadi bagian dalam hidupmu.

Laki-laki… 

Karena kami adalah bagian dalam hidupmu, melengkapi yang tak ada dalam dirimu : 
perasaan, emosi, kelamahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk 
melahirkan penerusmu, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele. 
Hingga terkadang kamu tidak mengerti mengenai hal-hal itu, kami lah yang akan menyelesaikannya.

Jika ada makhluk yang sangat betolak belakang, kontras dengan dirimu, itulah kami. 
Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hatimu hanya dengan sebuah senyuman, itulah kami… Perempuan. Jika ada makhluk yang dapat membuatmu menangis, tersenyum, tertawa, marah… 
itulah kami Perempuan.

Laki-laki… 

Jika memang ada hal dapat membuatmu marah dan hal-hal yang tidak kamu sukai, 
hendaknya kamu lihat lebih dalam.. lebih dalam ke dalam mata kami wahai laki-laki… 
Karena dari sinilah kamu akan menemukan semua jawaban itu. 
Karena sesungguhnya kami tidak bisa menyembunyikan isi hati kami dengan sempurna… 
itu kami… Perempuan.

Laki-laki… 

Batu yang keras dapat terkikis oleh air. 
Sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan kami… Perempuan.

Rumput yang lembut tidak akan mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan 
pohon yang besar dan rindang… Seperti itulah kami. 
Dalam kelembutan, disitulah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuat kami 
dapat bertahan dalam situasi apapun.

Laki-laki… 

Jika kalian berfikir tentang perasaan perempuan, itu sepersekian dari hidupmu.. 
Tapi jika perempuan berfikir tentang perasaan laki-laki, itu akan menyita seluruh hidupnya.

Laki-laki… 

Berfikirlah lebih jauh jika engkau hendak menyakiti seorang wanita. 
Karena ALLAH akan menghitung setiap butiran air mata seorang wanita yang berguguran, 
apalagi jika dia adalah seorang Ibu dan anaknya dan mungkin anakmu.

Menyakiti seorang wanita, akan sama saja seperti engkau menyakiti perasaan Ibu 
yang telah melahirkanmu, memberimu nafas kehidupan… 



{April 15, 2012}   harapan



Pernah ga kamu merasa saat pergi ke suatu tempat. Tempat yang kamu inginkan di masa lalu. Kadang hanya sebagai lamunan tinggi hingga dirimu tidak tau lagi waktunya tiba. Terealisasikah harapan itu? namun menunggunya untuk terwujud adalah penantian dengan penuh kesabaran.

Kamu tidak pernah tau, kapan akan terjadi. Namun, pergerakanmu sudah dimulai sejak saat itu. Saat kamu memimpikannya. dan aku menyusun strategi jitu untuk sampai ke sana. kapan pun itu terjadi.. Yaaah, harapan itu pasti dan mimpi di siang bolong selalu membayang.

Belum lengkap jika tidak ditulis dalam buku harian sekalipun.

Bisa jadi, kamu menuliskannya di dinding terdekat dengan arah laptopmu sekarang. Atau dinding terdekat dengan tempat tidurmu. semuanya itu ingin kauraih dan digapai jika mungkin, begitu jawabmu.

Namun, sadarkah kamu.. seandainya saja pergerakanmu terasa lama dan berat? lama tak tergapai, dan berat tak teraih? oh khayalan~ kita tidak akan tau bagaimana itu terjadi.. dan memikirkan detik demi detik saja tidak sanggup.

Canda tawa temanmu terasa sindiran. Dan ungkapanmu terasa mubazir, karena mereka bilang, iya usahakan terus.. lanjutkan.. dan kadang menyamangatin kamu layaknya pejuang – maju terus pantang mundur!

Ketemu teman-teman yang pernah berbagi cerita kadang menyebalkan. seringnya, sapaan mereka seperti nagih hutang. yang lainnya, layaknya jam weker, ngingetin mulu.. Dan hidupnya agak berat dijalani. Mereka hanya bicara, tapi kamu yang melakukannya. Oh, malangnya ceritamu, nak.. Tapi gpp, cuma kepedulian ini yang membuatmu bahagia. Kamu dikelilingin orang-orang yang perhatian, orang-orang yang peduli dengan masa depanmu. Dan kalau pun mereka itu banyak, karena kamu banyak cerita juga ke sekian orang itu.

Namun, kalau kamu memilih, mereka kadang juga ga selamanya inget pesen kamu. Jadi kamu bisa mencoba bercerita sama orang yang kamu yakin kepeduliannya padamu. Peduli pada cerita hatimu, peduli pada cita-citamu dan peduli pada apapun yang kamu lakukan.

Pada akhirnya, kami mendekati target batas kemampuanmu. Dan batas itu kamu bisa tau mengenai proses. Bersabar saat meminta, bersabar dalam menjalani dan akhirnya bersabar saat permintaan itu sudah dekat untuk diraih. Untuk menoleh sebentar ke belakang adalah manusiawi. Dan perasaan itu terasa haru hingga senang – akan menghiasi perasaanmu.

Lidah kelu, dan mata nanar karena bahagia, sulit mengungkapkan apa yang ada. Teman setiamu, lembaran kertas penampung ide briliant, semuanya bisa dipisahkan. mana yang mampu bertahta pada dream bookmu. Dan evaluasi wajib ini, membuatmu hati-hati dalam berkeinginan. Karena saat semuanya sampai, kamu akan menaruhnya dalam box kardus masa lalu. Di peti kemas. Dan sewaktu-waktu akan tampak indah saat kamu akan mengenangnya.

Foto masa lalu menjadi kebahagiaan tersendiri. Dan ujung perjalanan panjangmu masih tertata dalam ingatan orang-orang peka dan peduli di sekitarmu. Dan senyum serta kilau mata itu,, kadang bergelimang haru. Haru karena Dia yang membuatmu demikian hebatnya. Waktu membuktikan kerja kerasmu. dan harapan itu indah dikenang dan indah untuk diendapkan dalam hati.

Dan tau kah kau selama ini, dirimu ditunggu sekian pria yang berjumlah entahlah.. begini pengakuannya, berdasarkan wawancara dengan beberapa pria-priamu yang beruntung (menurutnya) he-he-he..

wahai wanita idamanku, betapa beruntungnya aku memilikimu, yang..
1. Lemah lembut
Pria pasti menyukai wanita yang lemah lembut, karena wanita yang lemah lembut itu sangat penyayang dan sangat nyaman saat berbicara dengannya. Lemah lembut juga sangat identik dengan wanita yang baik-baik, tapi bukan berarti wanita yang agak kasar bukan wanita yang baik-baik nah.. pahami konteks kalimatnya dan kalau ada perbedaan makna itu karena “construck” kita berbeda.

2. Hemat
Sifat yang di idam-idamkan pria selanjutnya adalah wanita yang hemat, karena pada dasarnya saat menjalin hubungan pasti akan ada cost dan reward jadi lelaki cenderung menyukai wanita yang bisa mengatur pengeluarannya dan tidak terlalu banyak meminta cost pada pasangannya.

3. Perhatian
Lelaki mana yang tidak mengharapkan perhatian dari wanita yang disayanginya, tentu tidak ada. semua lelaki mengharapkan perhatian yang cukup dari wanitanya.

4. Penyabar
Wanita yang sabar adalah wanita yang sangat di harapkan oleh para lelaki, tapi bukan pendiam. bedakan yahh.. karena ada juga orang yang mengidentikkan wanita yang sabar adalah wanita yang pendiam. Sabar di sini adalah tidak cepat mengeluh saat menghadapi masalah dan bukan pendiam.

5. Sederhana
Kesederhanaan pada wanita menjadi daya tarik tersendiri oleh para lelaki, karena pria pasti menyukai kesederhanaan dari wanita yang membuatnya tidak sombong dan tidak terlalu gengsi serta tidak terlalu suka yang berbau mewah atau glamour.
6. Jaga Kecantikan
Wanita idaman pria tidak perlu terlalu cantik, biarpun sederhana yang penting sering merawat apa yang telah diberikan Tuhan padanya dan bisa menjadanya dengan baik.

7. Dewasa dan Bijaksana
Sungguh beruntung lelaki yang mendapatkan wanita yang bijaksana dan sewasa, karena bisa di jadikan contoh dan juga bisa di jadikan tempat sharing baik.

8. Taat Beragama
Wanita muslimah yang taat beragama adalah wanita yang menjadi idaman lelaki berikutnya, karena mungkin wanita muslimah ini bisa membimbing kita untuk masuk ke dalam surga.

9. Keibuan
Wanita yang memiliki sikap keibuaan adalah wanita yang memiliki kepribadian penyayang dan ini juga yang membuat lelaki menyukai wanita yang bersifat keibuan. Alasan lain karena bisa wanita yang memiliki sifat keibuan adalah karena wanita tersebut ketika bersama anak-anak lebih bisa memberikan kasih sayang yang lengkap pada anaknya.

10. Tabah Menderita dan Mau Bekerja Keras
Dari sekian banyak sifat yang paling dii idam-idamkan lelaki, tapi sifat inilah yang paling sulit terealisasikan. Zaman sekarang ini sangat susah menemukan wanita seperti ini dan apabila ada wanita seperti ini berarti lelaki yang mendapatkannya adalah lelaki yang sangat beruntung..
Semoga kita bisa mendapatkan wanita yang seperti ini, meskipun sulit dan cenderung ‘tidak mungkin’, tapi kita berusaha saja. Tuhan pasti telah menggariskan jodoh kita dan bagaimana pun nanti jodoh kita dengan segala kekurangannya kita harus tetap mencintai dan menyayanginya. Kita berdoa dan berusaha-lah yang lebih penting!!!

Harapan adalah tetap harapan, namun masa depan masih juga di depan.. depan matamu, dan ada depan berupa misteri yang kadang perlu kau raih betapapun air matamu akan jatuh berderai :)



et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.