Gloucewriter’s Weblog











{February 18, 2012}   why i really loves whitney

“Whitney ketika anak-anak adalah penyanyi di gereja itu.Dia meninggal di Los Angeles pada malam Grammy Awards akhir pekan lalu pada usia 48.”

langsung saja saya merinding mendengar kabar ini. Whitney termasuk penyanyi favorit saya. kehebatannya yang membuat saya takjub adalah suaranya yang 8 oktaf. ekspresi video klipnya yang smart. Udah gitu kehebatan suaranya ini menyita waktu masa remaja saya. Banyak sekali lagu-lagunya yang saya suka, seperti “when you believe” yang dinyanyikan duet dengan Mimi (Mariah Carey). Lagu dari soundtrack film. ”I Wanna Dance With Somebody”  yang juga dari film remaja 13 going 30 * keren*. ”Saving All my Love for You” juga nge-hits di tahun 80an. maklum, om dan tante peri pelindung saya di masa bocah.. muternya lagu-lagu tersebut. kontan saja saya mengikuti selera om dan tante pujaan, the 80′s freak. Lagunya lainnya yang terkenal “My Love Is Your Love.” isi teksnya dalem.. cerita cinta-cintaannya sama Bobby Brown.

Sepanjang kariernya, Whitney Houston meraih enam Grammys, 30 penghargaan Billboard dan 22 American Music Awards. - Jakarta (ANTARA News) -

Dalam mengapresiasi hasil karyanya, pemakaman Whitney bertabur bintang. Setidaknya, para bintang itu punya pengaruh dengan obat-obatan yang mengakhir hidupnya. Entah berapa banyak  ”pop star” besar sepertinya meninggal karena obat-obatan. Pendahulunya, Freddy Merkury, seorang gay vokalis Queen, meninggal juga karena over dosis. Mungkin Whitney shock dengan perceraiannya, mungkin hidupnya semakin tidak menarik lagi, mungkin juga sejumlah kekecewaan yang sampai saat ini belum diekspose oleh media. who knows??

mengingat senandung lagu ”I Wanna Dance With Somebody” jadi inget betapa galaunya gue sebenarnya saat whitney meninggal. Di langit malam itu, tidak ada bintang, tapi saat *dia-yang tidak boleh-disebut namanya* mulai menyirami perhatiannya di awal bulan ini, owh.. i wanna dance with somebody (him)

I’ve been in love and lost my senses
Spinning through the town
Sooner or later, the fever ends
And I wind up feeling down
I need a man who’ll take a chance
On a love that burns hot enough to last
So when the night falls
My lonely heart calls



{February 5, 2012}   Selena Gomez

Sejak awal tahun, gue sukaaaa banget sama Selena Gomez. Menurut gue, gue Selena itu oke banget. Umur masih 20 tahun udah jadi remaja profesional handal. Dan yang lebih bikin gue terpikat adalah, lagunya riang dan anaknya emang pantes jadi bahan omongan orang. Naturally Gorgeous.

Dari ibu keturunan Italy dan ayah Meksiko, Selena sudah  dikenalkan oleh ibunya di dunia seni sejak kecil. Ibunya juga aktris panggung teater. Dan Selena kecil sering dibawa ke dunia panggung. Memulai karir sebagai Ginna di seri televisi Barney and Friends, main di film Hanna Montana dan sederet film sejak saat itu. Berbakat nyanyi, bikin grup band, mengisi suara album Disney hingga menjadi penyanyi Solo di 2009. Remaja ini lahir di Texas 22 Juni 1992. Single Albumnya, Who Says  masuk peringkat 21 Billboard Hot 100. Di tahun 2010, Selena juga meluncurkan fashion line yang merefleksikan dirinya sendiri : pretty-feminin and bohemian juga eco-friendly. Sumpah keren banget.

Dia bilang dalam berfashion, “selalu jadilah dirimu sendiri, tidak ada orang yang lebih baik. Saya bukan termasuk orang yang mau berpenampilan sama dengan orang lain. Penampilan terbaikmu adalah saat kamu tampil beda”.

Wuiiiiih…keren.. selain dia bukan copy-cat, dia juga nunjukkin kalo Selena bukan tipe yang permisif. Orang permisif kan suka mencoba apa aja di luar diri, selain masih mencari jati diri, orang permisif konsumtif. Semua yang ditawarin, dia pake. Kalo ga cocok, ga pantes sama dirinya, Selena ga akan membuang uang dan waktu untuk nongkrong berjam-jam nyari model baju. Pernytaan ini benar berbeda, selain pount plus dalam sikap, Selena menunjukkan pribadi yang kuat dan bisa sadar diri.

I love You, selena, like your love song that i Loved too ^^

i-i love you like a love song baby..

and keep hittin repeat-peat-peat



{February 5, 2012}   gue nge-HIP

Majalah CHIC edisi kemaren, edisi 106, gue kecepetan belinya. Tapi emang karena lagi sibuk sama kerjaan juga siy. Ada majalah ini membahagiakan buat gue. Seringnya masalah gue terjawab. Segmen pasarnya bener pas, A smart magazine for Career Girls – begitu kata tagliennya.

Kali ini yang berbeda adalah, selain info twitternya bilang ini-itu, gue tetep aja penasaran mau beli yang tercetak. CHIC 107. (25 jan – 8 feb). Ada isu penting yang sebenarnya, lagi gue alamin, ada rubrik bos drama queen. Iya, pejabat Tata Usaha di kantor gue, sentimen sama gue sejak jabatan itu gue terima. Yang ngusulin emang kantor, dan gue merasa terhormat dengan keputusan itu. Tapi, moodynya itu lho..bikin gue gerah tiap hari. Susah senyum gue.

Sikapnya yang unik itu sebenarnya bukan salah gue. Gue emang lumayan sibuk, dan masalah krusialnya, gue ga suka birokrasi melekat. Dateng harus tepat waktu, pagi. Dan keputusan ini sebenarnya prosedural dari MENPAN juga siy. Cuma ya, ga salah gue juga yang telat karena jaringan komputer sering down, jadi gue baca info online pagi-pagi di kosan. Selain, kosan gue lumayan nyaman, fasilitasnya ada.

Belum lagi, suaranya yang menggelegar, udah heboh tuh sampe kedengeran di lantai atas. Gue ga mau nyalahin dia juga, suaminya punya pasukan di angkatan. Naturnya dia mungkin begitu. Cuma ga setiap ketemu juga gue punya musuh. Bulan baru ini (feb) dia ngasih “surat cinta” ke gue. Waktu rapat akhir tahun, gue juga jadi bahan obrolan dia di rapat. kenapa cuma gue yang diomongin jadi contoh kasus? Dan di awal tahun, januari kemaren, gue juga masih jadi topik penting, ketauan banget kan gue mengisi pikirannya sehingga gue yang dia omongin di rapat terbuka. Perhatiannya itu membuat gue waspada juga jadinya.

Gue ikutan kegiatan penelitian lintas satker, dia galau. Bukannya bangga atau mencoba cari tau, tetep weh.. gue jadi isu hot sekantor. Gue terima aja deh kehebohan awal tahun ini. Mungkin ada waktunya di bulan-bulan berikutnya nanti dia berubah ngomongin gue yang manis-manis. *make a wish*

Sejak 25 januari itu, majalah CHIC ngumpet ga ketulungan. Gue nyari di tukang majalah langganan selalu habis. Yang bikin gatel adalah, pagi-pagi pas gue lewat ada. Gue musti duduk manis di kantor dong.. dan berharap saat istirahat makan siang, sambil lewat beli makan, majalahnya masih ada. Dan nyatanya, “udah dibeli mba’ entar saya bawa yang baru, emang cepet laku”.

Infonya gue trace lagi di webpagenya. Isinya apa aja siyyy? Kerja serasa Liburan. Bosku si Drama Queen. Single-Rich and Happy. Ngemil sehat. dan cover majalahnya Selena Gomez “Be Yourself Always” udah pas, kasus gue banget tuh.. ckckck..yang begini nih yang bikin gemes. dan abis mulu di display, suatu hal yang tidak dapat diprediksi. Infonya nge-HIP banget. Oh, i need you CHIC..

Sepuluh hari sejak terbit, baru gue dapet itu majalah. Pas juga sebenarnya, pas wiken, pas ga diantara tumpukan kerjaan, dan pas di saat santai gue melahap semua judul-judul penting buat gue. thank you CHIC. you save a part of my day..



{January 15, 2012}   JODOH ADALAH TAQDIR

 

Taqdir adalah ketentuan dan kehendak Allah
Dan jodoh yang telah menjadi pasangan hidup
Atau yang masih berusaha mendapatkannya
Adalah atas kehendak dan ketentuannya
Semuanya telah tertulis dalam Lauh Mahfuzh

Jadi jika seseorang itu ditakdirkan untuk menjadi jodoh kita,
tidak akan ada satu tangan pun yang dapat menghalanginya..
Atau memisahkannya…

Tetapi, jika dia telah ditakdirkan bukan untuk menjadi jodoh kita,
Atau tidak tepat untuk kita…
walau ada seribu tangan yang membantu,
dia tetap bukan milik kita.

Tetapi kita harus berusaha…
Menjaga jodoh yang terbaik…
Atau mendapatkan yang terbaik…

Karena Allah akan mempertimbangkan..
Usaha dan doa hamba-Nya

*terima kasih Sahabat Hikmah…*



{January 14, 2012}   Resolusi 2012

Beberapa hari akhir 2011 kemaren, bawaannya riang terus *sebelumnya siyyy males, kena hawa liburan anak kampus*. Tapi sekarang.. sebagian pekerjaan gue hampir nyampe target, ketemu guru native juga. Ga nyangka juga siy, mana orangnya oke . Janet namanya. Rencana ngobrol sama dia plus ngelancarin bahasa tergapai. Di sisi lainnya, beuh sampe akhir tahun sibuk ini-itu. Gue bikin perencanaan detail dan jadi hobi kerja. Semangatnya powerful. Semoga ini pertanda baik dari keriangannya itu beneran happy-happy-yeay! di tahun 2012.

Ngubek tukang majalah sampe toko buku, kerjaannya nyari agenda, post it sampe file/binder, kalender.. Trus, hobi dengerin audio di MP3 buat menetralisir mood.

Gue setel lagu-lagu oke deh *tenage dream-Katy Perry, mister know it all-Kelly Clarkson sampe Move like a Jaggernya Maroon 5 yang udah di-mix* udah kayak lagu clubbing banget emang. Abis, gue suka nada musik riangnya itu, apalagi prambors emang punya list lagu-lagu nge-hits yang oke. Dan yang siaran pagi itu gina dan bekti *wow.. udah oke banget nih pagi-pagi* Yang bikin semangat juga – the most dream of  2012 paling dalem adalah It Girl-nya Jason Derulo *seirama banget* ow.. ow.. ow..

Resolusinya  buat 2012 itu adalah :

1. Riset (berupa buku penelitian versi populer pastinya). Dateng ke acara-acara yang berkaitan aja, ga usah dateng semuanya. Surveynya udah 5 tahun. tinggal diedit, bikin enak aja bahasa dan penampilannya.

2. Catchy Travel. prinsipnya working hard playing hard. dengan Birokrasi Reformasi gue bisa seharian di kantor pas weekdays, 8 to 5 setidaknya. Jadi pas hari libur, gue mau beneran libur dan happy hours – ga mikirin urusan kerjaan seperti tahun-tahun lalu.

3. Charming from the inside. Ga jaman lagi kan sekarang ga punya belahan hati.. Usaha mah tetep, berdoa juga, yang pasti kalo dari dalem udah charming keluarnya juga happy. Yang berat-berat dibikin simple aja, trus kalo ga kuat nyimpen sendiri, diomongin aja. Muka ketekuk udah ga ada lagi.

4. Investasi. selain uang, aset penelitian bisa dijual juga. Bikin perencanaan mateng sampe eksekusi kemasan penelitiannya. Diproyekin, sama siapa gitu.  Networking plus Kerjasama saling menguntungkan oke banget?!

5. Fashion Oriented juga. Nah, ini yang yang harus di mix-n-match – baju lama, ketemu model baju keren di majalah. Ga harus ngikutin fashion di majalah juga,  cari yang paling gue banget aja, udah paling nyaman. Huntingnya baju kali ini terbatas, cukup yang unik dan cocok aja. paling maen di assesoris.

semoga (semangat tahun barunya) sukses ^^b



{January 14, 2012}   Mau dijodohin

Saya curiga, masyarakat sebenarnya fobia deh sama mahluk-mahluk lajang. Coba aja, kalau ketauan status seseorang lajang, dan nggak keliatan punya pacar, pasti orang-orang sekitar sibuuuuk banget ngejodoh-jodohin orang tersebut.

Yang bilang ,”tante umurnya udah berapa?”

yang nanya ponakan, masih umur 21 tahun siy.. hmm… jawab jujur apa jawab bener ya?

“30(an) deh tahun ini”

“ya ampun tante.. apa rasanya tuh?”

aduh.. gue jitak juga nih bocah -_-’ tau gitu gue bo’ongin aja kalo udah punya pacar. Uhmm, males juga gue bo’ong. Pacar ga juga siy.. HTS-an tepatnya. Lebih ribet lagi kan kalo jawab begitu. Ngobrolnya sama anak kuliahan. Sambil masang tampang jutek, gue ceramahin aja,

“iya, makanya jangan keasikan maen. temenan itu perlu tapi cari yang baik-baik. Dan jangan lupa bantuin tante masak nih.. nih.. Gue nyuruh dia ini-itu jadinya. Mau liat bakat dia di dapur sebenarnya *sok iye banget kan?*

Lain lagi obrolan sama sepupu yang penasaran sama status.

“Mba’ pacarnya mana? kok gak diajak?”

“Iya, lagi lembur dia”

Nah, ini jawabnya lebih enak. Doi dikira orang yang bertanggung jawab sama masa depannya. Lembur. Menata masa depan dia.

“hati-hati juga lho, mba’. Masnya lembur sama siapa? Tau ga mba’ jaman sekarang, cowok-cowok juga pinter. Biar dibilang lembur, dia bisa punya selingkuhan juga”.

Nah lho! gue kayak disamber geledek. Bener juga ya. Dia jarang nelfon sekarang. Dan kalo ga liat sama kepala sendiri, harus khawatir juga

Hal halnya jika kita beneran ngaku ga punya pacar. Kadang-kadang perjodohannya terselubung. Begini nih, ceritanya..

“Sepupu bilang, udah umur segini kok ga ada yang nemenin siyyy..”

Temenku ada, lumayan banyak sebenarnya. Liat aja di account facebook-ku, udah hampir 1200 kan? Sambil ngasih pembelaan kalo sebenarnya saya ga sendiri-sendiri amat.

“Ajak ke sini dong”

Sekali waktu, acara arisan sengaja diadain di rumah. Banyak temen yang banyak juga. Dan mereka mulai cerita ini itu. Sampe gosip jaman sekolah diumbar se-ember-embernya tuh gentong bocor. Orang-orang rumah mulai percaya saya punya sejumlah pengaggum dan kemungkinan besar bukan tipe pasrah apalagi apatis. Anak ini normal, begitu celetukan tante yang rumpi sama nyokap di dapur.

Suatu hari libur, tante ngajakin hang out ke pasar Tanah Abang yang nyaman dan sudah keren sekarang. Lewat mana aja udah ga becek lagi sekarang. Mau nyari baju ulang tahun Hanna dan Alisha, ikut yuuk.. sambil alasan cuci mata acara ke Mall itu ga mungkin disia-siain, begitu gumamku, kali aja jadi dapet baju keren urusan hangout hari itu.

Sambil pilah-pilih baju krucil, masih balita dia, akhirnya mampir juga ke toko baju keren-harga murah-bisa beli kodian, saya yakin tante ga bakal nolak dipilihin model baju sama cuma beda warna aja ini. Selesai bungkus belanjaan, udah repot juga bawa untuk keluar gedung. Di parkiran tante bilang, mau mampir ke jalan apaaa gitu.. trus cerita tentang niat kunjungan kali ini.

“iya, tante udah lama ga ketemu temen tante. Dia umurnya lebih muda dari tante, seumuran kamu”. Sambil ngelirik kearahku, tante mulai muji-muji dan ngasih tau semua kelebihan si temennya itu yang mau dikunjugin. Di mobil, gue udah panas-dingin denger gue mau dijodohin sama cowok ini. Tante nyampe rumahnya dan akhirnya kita dikenalin.

Aslinya gue biasa aja sama dia. Dia tau mau dikenalin kali ya.. Beuh, gayanya angkuh, seolah-olah gue ngarepin dia. Karena usia 30 tahun itu agak rawan juga siy jadi wanita. Temen gue rata-rata udah berkeluarga, cuma yang single juga masih bisa di-itung jari. Wah..alamat gue dikira ga bisa nyari pacar kali nih. Keluarganya baik, cuma anaknya songong. Baru dikenalin aja, udah begini. Gue males. Gue nyari sendiri aja deh.

Di lain kali, nyokap yang usaha. Hari lebaran adalah hari silaruhmi sama siapa aja. Gue diomongin sama nyokap ditelfon. “Iya, kapan mau mampir ke rumah? Ajak juga anaknya ke sini. Kan kalo kita orang tua bisa saling memperkenalkan mereka. kalo mereka sama-sama cocok, kita liat aja nanti.” Nyokap bijak juga, ga maksain urusan perjodohan. Usaha sah-sah aja..

Om-tante temen nyokap udah dateng sekeluarga sama yang mau dijodohin sama gue. Anaknya manis. Pemalu gitu, mirip sama gue (kalo ketemu orang baru). Sambil nganter minuman ke meja tamu, gue nebar senyum paling manis sama yang kira-kira jodoh gue itu. Dalem hati, ge-er juga, senyum dia manis. Dan perkenalan sama keluarga temen nyokap berjalan mulus. Sambil malu-malu-mau gue nganter sampe depan pager. Pas udah jauh, gue lupa minta nomer hape. Dan sambil ga yakin juga gue minta nomer telfon rumah om-tante yang anaknya mau dijodohin sama gue.

Gue tungguin seminggu, sebulan sampe lupa deh tuh acara perkenalannya. dan kabar terbarunya, gue denger info dari adiknya yang – satu SMA (waktu jaman SMA) sama temen gue dari komplek sebelah – yang suka bareng ke sekolah – dan dia juga kenal sama adiknya calon jodoh gue itu, “oh.. mas X itu kan sekarang di Irian, kemaren.. bulan apa ya, udah lama juga. Cek n Ricek, nyokap bilang, dia juga menyimpan sesuatu. Temennya bilang, sehari setelah dia ke rumah, dia masuk mess, dan sebulan kemudian ditugasin di Irian Jaya, nyebrang pulau hingga ke timur Indonesia.

Itu gue jadi yakin deh, kalo tuh cowok pasti mikirin, Long Distance kayaknya repot juga. Kalo dia balik ya berarti jodoh. Kalo enggak paling gue ga tertarik sama dia. Lha, gue baru kenalan, ga ada perasaan apa-apa juga. Ya ga bisa bilang gimana-gimana juga siy.

sebuah quotes bilang gini :

At some point in your life, you will encounter someone who is 100% perfect for you.

There is a catch, though. There is always a catch.

It could be a force beyond your control. It could be something that you bring upon yourself: your fears, needs, or feelings that you weren’t ready for. It may be an age difference, a distance problem, or some other way of physically keeping you apart.

The point is, the person could have been everything you wanted, but they slipped through the cracks.

They are known most commonly as THE ONE THAT GOT AWAY.

*dari, Lajang dan menikah : sama enaknya, sama ribetnya*

Sambil melanjutkan hidup gue, usaha mengenai jodoh, entar juga ketemu.. tapi kapan, sama siapa, gue ga tau juga. Temenan aja yang banyak dan jadi anak baik. Semoga nanti dapet yang baik juga. amin



{January 13, 2012}   cepat sekali

owh.. semuanya tau??!

Sahabat saya yang baik hatinya, marilah kita resapi, bahwa …

hanya menghindari kemiskinan, tidak sama dengan membangun kesejahteraan. Seperti, hanya menghindari kematian, tidak sama dengan membangun kehidupan yang baik.

Atau seperti, Hanya menghentikan keluhan, tidak sama dengan bersegera melakukan yang dapat kita lakukan. Seperti juga, Hanya menghilangkan kesedihan, tidak sama dengan menceriakan diri bagi kebahagiaan keluarga.

Dan seperti, Hanya menghindari kelemahan, tidak sama dengan menegaskan diri untuk menjadi pribadi kuat.

Maka, marilah kita berhenti hanya mengeluhkan kelemahan. Marilah kita tegas mulai menguatkan diri. Kekuatan pribadi menentukan kekokohan hidup. Semoga Tuhan mentenagai ketegasan kita untuk menjadi pribadi yang kuat kedamaiannya, agar kita pantas bagi kehidupan yang kokoh.

lamaa.. juga mencerna statemen ini. Uraian MTGW yang sering ditayangkan di televisi setiap malam  akhir pekan, dalem dan seringnya memang terjadi. Namun bagi saya, mencerna ini agak berat. Kadang kata-katanya seperti untaian hikmah. tidak jarang saya seperti mendengar khutbah.

Beberapa banyak orang yang mengeluh mengenai kenaikan gaji sekian banyak orang aparat negara disisi lainnya.. permohonan perbaikan gedung anggota dewan di Senayan, peraturan penghapusan bahan bakar gas? Belum lagi biaya-biaya kehidupan lain tersurat ketika membaca koran online. Globalisasi memungkinkan lintasan berita apapun terbaca. Saya merasa agak terganggu dengan percepatan berita tersebut.

Tidak jarang komunikasi online menghilangkan jarak, ngobrol online sudah dianggap dengan ngobrol tatap muka. Kita ga bisa liat mimik mukanya. kita ga bisa denger intonasi suaranya. kita juga ga tau emosi dia saat ngomong di balik layar itu. Saya hanya membayangkan si orang yang diajak bicara saat bertemu terakhir kali? cukup?

Yang lainnya, pas ketemu papasan. “ah..dia memang begitu, sama saja, ketemu atau tidak” Tapi kan bisa liat gestur tubuhnya. bisa tau bagaimana dia mengucapkan kata-kata yang dia sampaikan. bisa liat ekspresinya. bisa jitak dia juga.

Kalo ga kenal siy.. mungkin ga masalah ya. kalo kenal, pernah ngerasa “dia sombong ih, ga mau ketemu”. kalo perasaan ini terus terjadi, jadi pengen nelfon ga? atau “oh, dia memang sudah berubah” Berubah? karena dia ga ada waktu atau emang males ketemuan?

temenan itu harus deket. aku capek begini T_T



{January 3, 2012}   smart shopper

Di sebuah pasar terlihat seorang pedagang kaki lima, sedang berteriak-teriak menjajakan dagangan nya…” Di obral…,di obral..,beli satu dapat dua..! Beli satu dapat dua..! “Teriak pedagang kaki lima itu..” Apa barangnya..? ” tanya seseorang yang kebetulan lewat..” Sepatu..! “

Begitu juga halnya dengan kita penyuka barang bagus. Kalo denger obral murah, diskon 70%, tuh kuping gatel pengen mampir apalagi megang duit lewat  depan gelaran barang-barang itu.  Apapun bentuknya pasar tradisional, convenience store (alfamart, indomaret), warung deket rumah, apalagi pas nyapu depan rumah selebarannya udah diselipin di pager. Alamat ga pake pamit sama buku kas. Boro-boro liat debet kreditnya, pikiran “aaah.. entar bulan depan belum tentu ada lagi kok” – edisi valentine,  edisi liburan, sampe edisi cuci gudang akhir tahun  - faktanya masa diskon itu sering banget..

Pernah kepikiran, kalo being smart shopper itu susah? Ini bukan cuma teori di majalah lho.. tapi Prakteknya juga ga susah..susah amat.. Yang namanya besaran pensiun kata yang udah pensiun, besarannya selalu mengikuti besaran gaji waktu kerja. Kita pasti ga mau kan capek-capek kerja, cuma punya uang dikit langsung ludes? wahai wanita! kalo tidak merubah kebiasaan belanja kita, bisa-bisa anggapan “perempuan hidup lebih lama dan lebih miskin” jadi nama belakang kita.

Satu hal yang pasti, walaupun penghasilan tidak bertambah besar di masa depan, pengeluaran pasti akan terus bertambah besar dari waktu ke waktu. Selain dari faktor harga, faktor kebutuhan di masa depan yang harus dipersiapakan dari sekarang.

Sambil berdoa biar predikat makmur di hari tua, tips efektif menabung berikut ini bisa ditiru :

1. menabunglah di awal bulan, langsung sisihkan uang di awal bulan. Jangan menabung dari uang sisa. kebanyakan dari  kita kadang lupa atau malah beranggapan “nemu uang nih, lumayan..” (menabung di awal bulan penting banget di bank) cobaannya banyak..

2. Biar sedikit asal konsisten. Ga usah menunggu penghasilan besar baru mulai menabung. Kita bisa saja memikirkan bahwa saat penghasilan kita besar, kita bisa menabung lebih banyak. Syiapa bilang saat penghasilan besar bisa nabung lebih besar? godaannya juga besar.

2. Hobi arisan juga oke. Karena arisan punya prinsip menabung bersama beberapa teman dan urusan kumpul-kumpul sama temen teteup terfasilitasi. Menabung dengan tema arisan, bisa jadi ajang sharing juga. biasanya sharing ini adalah ngomongin hobi, atau hal-hal yang diinginkan bersama oleh sebagian kita. berlibur bersama, atau mau niat masing-masing juga boleh. yang penting nabungnya sabar.

3. Nabung dengan niat investasi, bagus banget. karena dengan niat investasi,  usaha membuat tabungan berlipat, dan rencana di masa depan lebih terencana.  Alasannya, gue dipaksa nabung. Investasi dengan bikin deposito juga oke. Kita bisa milih mau berapa tahun dan seberapa besar kita akan menyisihkan tiap bulannya.

4. Lebih awal lebih baik. sekali lagi ya.. nabungnya pas awal menerima uang. Anggep aja, jika tidak menabung lebih awal belum tentu kita punya barang yang kita mau beli “suatu saat nanti” (rumah, mobil, dll)

Yang bikin hati galau pada barang-barang oke adalah membeli sesuatu karena keinginan bukan kebutuhan . Artinya jauh beda. Hasrat membeli berdasarkan kebutuhan itu adalah membeli untuk sesuatu yang benar-benar kita perlu. Dan kalo ga beli, ga ada benda lain yang bisa menggantikannya. kalo demi keinginan karena harga oke, apalagi kalo sampe ada istilah “aduh.. tuh barang gue banget” keadaan begini udah susah. tiba-tiba tercetak tulisan angka 40% + 30% makin galau tuh!

Taukah Anda mengenai trik diskonseperti ini? Beberapa pusat perbelanjaan memanfaatkan kekurangtelitian konsumen. Inilah yang dinamakan sebuah strategi penjualan syarat dan ketentuan yang berlaku, begini rumusnya :

Suatu hari saya berjalan-jalan melewati etalase sebuah pertokoan. Obral gede-gedean.. begitu tawarannya. “Diskon Ganda!! trus ada tulisan diskon 40% + 30%”. Keramaian bertambah sesak, suara penjual pada sebuah toko kenceng mengajak orang-orang yang lewat untuk mampir. Melihat spanduknya saja.. pembeli langsung tergiur, diskonnya gila! 70%, begitu gumamnya.

Jika sebagian Anda berpikir diskonnya 70%, selamat Anda telah tertipu. Kalau sekilas, sepertinya diskonnya memang besar sekali, sampai 70%, yaitu 40% + 30%, apa betul sebesar itu? SPGnya kadang jarang nongkrong juga tuh.. ga sempet tanya siapa-siapa, langsung bayar di kasir.. seruwww…

Ternyata aturan mainnya, setiap pembelian barang tertentu  akan mendapat disko dua kali. Coba liat lagi deh tulisannya. Pertama, pembelian akan didiskon sebesar 40%, setelah itu jumlah bersihnya didiskon lagi sebesar 30%. Dengan mudah konsumen akan mengganggap bahwa diskon yang di tawarkan hanya 58% saja. Begini cara menghitungnya :

Diskon #1 (dari harga asli 100%) : 100% x 40% = 40%

Diskon #2 (dari harga setelah diskon #1 : 60% x 30% = 18%

total diskonnya =58%

yang heboh lagi adalah saat diskon, kita ditawarin juga “bisa dibayar dengan menggunakan kartu kredit”.

::fantastis:: owh..waw..

tiba-tiba saat tagihan nyampe rumah, istilah “tagihan apa aja nih?” bisa bikin manyun.. atau kapok keluar masuk mall? Jadi, smart shopper is picky person. Milih-milih barang sesuai kebutuhan aja



{December 29, 2011}   selamat

Muslim : bagaimana natalmu ?
Nasrani: baik, kau tidak mengucapkan selamat natal padaku ?
Muslim : Maaf tidak, agama kami memang menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu, tapi masalah ini, agama saya melarangnya..
Nasrani : tapi kenapa, bukankah hanya sekedar kata2 ? Teman muslimku yg lain, mengucapkannya padaku ?
Muslim : mungkin mereka belum mengetahuinya… Sammaria, kau bisa mengucapkan dua kalimat syahadat ?
Nasrani : oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya… Itu akan mengganggu kepercayaan saya…
Muslim : kenapa ? Bukankah hanya kata2 ? Ayo, ucapkanlah :-)
nasrani : sekarang, saya mengerti :-)



{December 22, 2011}   selamat hari ibu

Ibu.. ibu.. begitu sebutan itu abadi dalam panggilanku pada beliau yang disebut ibu. Sejak aku dilahirkan, ibu membuatku spesial. Beliau menjadikan aku satu-satunya anak perempuan sehingga aku merasa ibu sangat sayang sekali padanya. Bukan karena aku sedemikian istimewanya sehingga aku bisa bagai ratu menjalaninya. sama sekali tidak. Justru keadaanku membuat beliau hanya berbagi denganku. mengenai hidup, mengenai arti penting menjadi wanita, dan dan bagaimana bertenggang rasa dengan para pria.

Cantik, begitu kata banyak orang. Tapi kadang ada benarnya kata mereka. Tampak cantik bukan hanya dalam balutan kain indah dan model-model baju yang santun. Ibu selalu memilihkan apa yang akan kupakai. Beliau mendandaniku bagai putri anggun. Beliau suka caraku menerima hadiah. Mukaku yang keputih-putihan akan merona dengan semburat warna merah jambu. Sambil memeluk ibu, aku selalu berterima kasih seraya memeluk tubuhnya tanpa melihat model yang baru saja beliau berikan. Hadiah ini akan sangat berharga jika aku tau ibu yang memberinya. Kecupan hangatku mendarat di pipinya.

Kamu stabil. Iya, tubuh indahku ini bertahan. Ibu selalu menjaga tubuh indahku. Saat aku kecil, aku masih ingat, beliau tidak melewatkan jam makanku. Belum tenang rasanya jika ia tau belum menyuapiku. Makanan itu tidak sulit juga masuk mulutku karena aku selalu suka apapun yang beliau masak. Setelah aku mengenal taste, aku makan sendiri semua masakan itu. Dan hingga masa sekolahku, beliau tidak pernah membuat perutku keroncongan. Sebelum pergi, harus makan dulu. Nanti kamu bingung cari makan di mana. Walaupun banyak jajanan yang ada di kantin, kotak makan temanku selalu ada di dalam tas. Seringnya perjalanan jauh, aku tidak pernah meninggalkannya. Ibu selalu senang jika makan itu habis dan uangku bisa ditabung.

Kamu jarang menangis? sebenarnya enggak juga. Aku sering dimarahin ibu. Adikku yang buntet jaman masih kecil, sering aku peluk-peluk, cubit-cubit pipinya, karena ibu memberiku adik yang menggemaskan. Dia lahir besar sekali, seperti boneka hidup. Dan sejak saat itu aku tau dia benar-benar anak manis, dan seringnya aku berbagi dengannya. sering berantem- aku jadi tau betapa khawatirnya dia, sering ledek-ledekan – karena aku tau kita punya cerita yang mirip, sampe akting nyari perhatian ibu. Dan kerenanya juga aku belajar menjadi wanita. Begitu dalam ketika diam. Jika ibu sedang kerja, aku mengurusnya, menjaganya, melindunginya dari anak-anak usil. Dan ketika ia sudah menjadi pria dewasa, dia melindungiku dalam segala pengorbanannya, dan hal-hal yang tampak jauuuuh yang terlihat dari kakakku.

Berbeda dengan kakaku yang pendiam dan ekpresinya agak berbeda. Aku pernah dia perhatikan. Waktu kita masih jadi anak-anak. Kedua bocah ini jarang di rumah. Bermain-main ke tempat yang jauh adalah mauku. Aku jarang ditinggal sendiri, kita saling berbagi kebahagiaan di luar sana. Walaupun tak jarang dia ada di rumah, seringnya aku liat dia mengerjakan tugas. *Berbeda denganku, kalo lagi ga mood, kerjaan yaaa ga dikerjain* Soalnya gue lagi ga fokus. Liburan, ya liburan aja. Ntar kalo udah mau ngerjain tugas gue juga kuat bisa begadang (cuma kejadian ini seringnya beliau nyontohin, ngerjain tugas begini nih!). Tanggung jawabnya besar, sebagai contoh buat adik-adik kata ibu. Namun ketika perpisahan kita menjelang usia balik-ku, aku merasakan berat. Cukup berat, bisa dibilang ini trauma pertamaku. yang sama sekali tidak aku inginkan, terlalu mengejutkan. Hingga aku tidak terlalu lama memikirkan apa itu perlakuan shock theraphy. responku cepat. daya adaptasiku juga berproses.

Dunia berubah. Aku tidak lagi bisa perang bantal, atau menggunakan celana pendek, merasakan boys style yang hore-hore. Adegan superhero yang biasa kita lakukan jadi terbatas. Dan yang lebih penting lagi, kita terpisah hingga 40 km dari rumah kita. Orang tua kita tidak lagi bersama. Pengadilan memutuskan kita berpisah di hari-hari yang biasanya kita lalui bersama tiap detiknya. Trauma itu membuatku kaget. Dan seperti merencanakan yang indah, kadang luka itu membuatku dewasa hingga saatnya.

Boys and Girls. Owwhhh.. kenapa mereka bisa bilang begitu. Diam aja deh hahaha.. miss simple ini kalo mikir sambil ngomong. Ga usaaah ditanya mau apa, semuanya juga bakal diomongin, begitu katanya. walaupun kadang ga semuanya bener. Tapi setidaknya kamu tau apa yang ada dipikirannya. Kalo lagi diem, dia lagi nyusun kata-kata buat mbales. Yang lainnya, ya jaim dong.. gue cewek normal tau… Tapi elo akan nyadar kan diem pas lagi sebelah-sebelahan gini juga enak. Ga usah pake ngomong, kita menikmati saja apa yang ada dihadapan kita. Kalo lagi cuap-cuap, ngomong suka-suka (ngomong asal) sambil ha-ha hi-hi, atau biasa aja deh.. Hidup itu udah berat, ga usah dipikirin terlalu kompleks deh sama hal-hal ga penting. Mending kita liat indahnya warna-warni dunia sekitar kita itu, begitu hiburanku padanya.

Ngerjain tugas udah ngurangin jam maen gue. Mending dikerjain aja deh. Entar kalo pusing kita refreshing aja. Mari jalan-jalan.. Ibu adalah orang pertama yang dapet tawaran ini pertama kalinya, beliau dalam muka bersahajanya itu, bawaannya pengen jitak mulu. Anak ini berbeda. Ketawaaaa mulu, belajar dewasa nak… begitu katanya. Lha, aku begini kan ga sering-sering. Di luar rumah seringnya jaim. Kakakku tercinta sering bilang, jangan kebanyakan senyum! senyumnya ke sini aja. Beuh..mahal aja nih aturan. Hee.. iya, kita emang punya private time yang indah. Tapi kan ga semuanya juga gue pendem, kurang ekspresif gitu kata kebanyakan orang yang liat muka judesku.

Mahal. Begitu juga perlakuan ayahku. kamu itu seringnya dibelain papa. kalo papa pergi-pergi, kamu sering dibawa kan? heee… itu ga bisa aku bagi-bagi juga. Cuma, karena tingkahnya juga aku jadi belajar seperti apa laki-laki sebenarnya. Papaku jadi tulang punggung keluarga. Masa remajanya dilewatin dengan kerja keras mencukupi nafkah keluarga ayahnya. Saudaranya sering ngiri dan di cap bandel sama Uti. Uti juga yang seringnya sayang sama aku. Yang lainnya aku ga suka, didikan keluarganya bikin beliau punya masalah kejiwaan yang kompleks. Aku capek setelah tau.

Setelah semua anugrah yang aku terima, cuma keluargaku ini yang bisa membentuk aku menjadi yang sekarang. Kadang menangis itu penting, ketemu temen yang dicurhatin karena ketololan kita jaman dulu juga sering (udah ga keitung sebenarnya), jadi wanita-cantik-anggun yang selalu ditunggu di rumah juga oke, dan yang pasti ibu selalu tau semua ceritaku. Dan betapa beliau menyukuri apapun keadaanya. Anak manisku selalu ada dan setia setiap saat.



et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.